Jawabanmu

2014-05-02T13:20:12+07:00
Indonesia perlu strategi untuk meningkatkan inklusi  keuangan dengan menciptakan sistem keuangan yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai kunci kekuatan perekonomian Indonesia, demikian kata Asisten Direktur Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia, Riki Satria.“Untuk mencapai kesejahteraan ekonomi melalui pengurangan kemiskinan, pemerataan pendapatan dan stabilitas sistem keuangan di Indonesia dengan menciptakan sistem keuangan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat”, kata Riki Satria kepada MINA (Mi’raj Islamic News Agency) pada acara seminar ekonomi syariah IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) dengan tema Financial Inclusion For Islamic Banking & Finance di Jakarta, Kamis  (10/4).Ia menilai bahwa dengan penduduk Indonesia beragama Islam 87 persen memiliki pangsa pasar yang besar untuk perbankan syariah namun tantangan Indonesia saat ini dengan pasar perbankan syariah masih relatif kecil.Selanjutnya Imam T. Saptono Direktur BNI Syariah menjelaskan inklusi keuangan di Indonesia masih rendah, dari beberapa survey disimpulkan bahwa kepemilikan rekening di lembaga keuangan masih dibawah 50 persen dan masih banyak orang Indonesia yang belum terjangkau oleh layanan lembaga keuangan formal, terutama perbankan.Ia menghimbau, perlu strategi perbankan syariah dalam mendorong keberhasilan program inklusi keuangan dengan melalui perluasan jaringan, sosialisasi, dan edukasi, sinergi dan pengembangan teknologi” tambahnya. “ Pemerintah juga harus bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan sarana dan informasi edukasi keuangan kepada masyarakat” ujar Imam.Selain itu, Arison Hendry, Direktur Industri Koperasi Syariah BMT juga menyampaikan pada acara yang sama bahwa Islamic Micro Finance (Bank Muamalat wa at Tanwil) sistem transaksi yang digunakan terus berkembang cepat dan meluas maka harus meningkatkan amanah (kepercayaan)kepada masyarakat Indonesia bahwa ini merupakan persoalan yang penting.