Jawabanmu

2014-05-01T16:51:14+07:00
Antara 3000 dan 2000 tahun Sebelum Masehi, di Lembah Sungai Sindhu (Indus) tinggallah bangsa-bangsa yang peradabannya menyerupai kebudayaan bangsa Sumeria di daerah Sungai Eufrat dan Tigris. Berbagai cap daripada gading dan tembikar yang ada tanda-tanda tulisan dan lukisan-lukisan binatang, menceritakan kepada kita adanya persesuaian di dalam peradaban tersebut. [6] Sudah pasti, bahwa di dalam zaman itu di sepanjang pantai dari Laut Tengah sampai Teluk Benggala terdapat sejenis peradaban yang sama dan yang sudah meningkat pada perkembangan yang tinggi. Sisa-sisa kebudayaan di Lembah Sungai Indus, terutama terdapat di dekat kota Harappa di Punjab dan di sebelah utara Karachi. Bahkan di situ telah ditemukan sisa- sisa sebuah kota yang bernama Mohenjodaro. Orang-orang di kota tersebut telah mempunyai rumah-rumah yang berdinding tebal dan bertangga. Penduduk India pada zaman itu terkenal sebagai “bangsa Dravida”. Mula-mula mereka tinggal di seluruh negeri, tetapi lama- kelamaan hanya tinggal di sebelah selatan dan memerintah negerinya sendiri, karena mereka di sebelah utara hidup sebagai orang taklukan dan bekerja pada bangsa-bangsa yang merebut negeri itu. Mereka adalah bangsa- bangsa yang berkulit hitam dan berhidung pipih, berperawakan kecil dan berambut keriting.[7] India termasuk salah satu tonggak peradaban tertua di dunia dengan situsnya di sekitar lembah Sungai Indus. Dari penemuan fosil-fosil, tampak bahwa di daerah itu terdapat dua tipe penduduk. Pertama, penduduk asli dengan ciri-ciri: kulit gelap, kecil dan pendek, hidung lebar dan pesek dengan bibir tebal menonjol. Keturunan dari tipe ini sampai sekarang masih dapat kita jumpai di antara kasta rendah masyarakat India. Kedua, mereka yang seketurunan dengan suku Mediteranian. Ini berhubungan erat dengan orang-orang yang hidup pada masa pradinasti di Mesir, Arab, dan Afrika Utara. Kulit mereka lebih terang, tubuh langsing, hidung mancung, dan bermata lebar. [8] Orang-orang ini bermigrasi ke lembah sungai Indus karena terpikat oleh daerah- daerah pertanian yang subur. Kemudian datanglah kaum Arya. Antara 2000 dan 1000 tahun Sebelum Masehi masuklah ke India dari sebelah utara kaum “Arya”, yang telah memisahkan diri dari kaum sebangsanya di Iran. Bangsa Arya memasuki India melalui jurang-jurang di pegunungan ‘Hindu Kush”. Bangsa Arya itu serumpun dengan bangsa Jerman, Yunani dan Romawi dan bangsa-bangsa lainya lagi di Eropa dan Asia. Mereka tergolong dalam rumpun Indo Jerman. [9] Setelah datang di India mereka menetap di dataran sungai sindhu yang pada zaman itu masih subur. Di situ mereka menjumpai peradaban tua. Di dalam beberapa hal mereka sangat berbeda dengan bangsa Dravida. Mereka berkulit putih dan berbadan tegap, bentuk hidungnya melengkung sedikit. Kemudian mereka lebih jauh memasuki India sampai di tepi Sungai Gangga dan sampai di sebelah selatan. Tetapi, di situ mereka makin bercampur dengan bangsa Dravida, akhirnya terwujudlah suatu kesatuan. Berkat peleburan kebudayaan Dravida yang tua itu dengan kebudayaan Arya terjadilah kebudayaan India. [10] Mungkin sekali bangsa-bangsa Arya itu, ketika mereka masuk ke India, kurang beradap daripada bangsa Dravida yang ditaklukkannya. Tetapi, mereka lebih unggul di dalam ilmu peperangan daripada bangsa Dravida. Pada waktu bangsa Arya masuk ke India, Mereka itu masih merupakan bangsa setengah nomaden (pengembara), yang baginya peternakan lebih besar artinya daripada pertanian. Bagi bangsa Arya, kuda dan lembu adalah binatang-binatang yang sangat dihargai sehingga binatang-binatang tersebut dianggap suci. Dibandingkan dengan bangsa Dravida yang tinggal di kota-kota dan yang mengusahakan pertanian serta menyelenggarakan perniagaan di sepanjang pantai, maka bangsa Arya bisa dikatakan lebih primitif. Umpamanya saja bangsa Arya belum mempunyai patung-patung dewa sedangkan bangsa Dravida sudah. Sebuah gejala khas di dalam agama hindu aialah adanya pengakuan adanya dewa-dewa induk. Demikian pula banyak gejala-gejala agama hindu yang rupa- rupanya tidak berasal dari agama bangsa Arya, melainkan berasal dari agama bangsa Dravida.[11]