Jawabanmu

2014-04-29T21:35:21+07:00
RATAI
Dalam kebun ditanah airku,Tumbuh sekuntum bunga teratai,Tersembunyi kembang indah permai,Tidak terlihat orang yang lalu.
Akarnya tumbuh di hati dunia,Daun bersemi laksmi mengarang,Biarpun ia diabaikan orang,Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o Teratai Bahagia,Berseri di kebun indonesia,Biar sedikit penjaga taman.
Biarpun engkau tidak dilihat,Biarpun engkau tidak diminat,Engkaupun turut menjaga Zaman.(Sanoesi Pane, 1929)

ANALISIS PUISI
     Membuat Baris PembacaanYang dimaksud dengan baris pembacaan adalah baris puisi yang kita buat sendiri bukan oleh penyair yang telah kita sesuaikan dengan makna utuh baris-baris puisi tersebut.Maka puisi yang berjudul “Teratai” jika kita ubah menjadi baris-baris pembacaan akan menjadi kurang lebih sebagai berikut:
TERATAIDalam kebun ditanah airku,Tumbuh sekuntum bunga teratai,Tersembunyi kembang indah permai,Tidak terlihat orang yang lalu.
Akarnya tumbuh di hati dunia,Daun bersemi laksmi mengarang,Biarpun ia diabaikan orang,Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o Teratai Bahagia,Berseri di kebun indonesia,Biar sedikit penjaga taman.
Biarpun engkau tidak dilihat,Biarpun engkau tidak diminat,Engkaupun turut menjaga Zaman.(Sanoesi Pane, 1929)

semoga membantu ^_^
Komentar sudah dihapus
Komentar sudah dihapus
Jawaban paling cerdas!
2014-04-29T22:21:09+07:00
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaringTetapi bukan tidur, sayangSebuah lubang peluru bundar di dadanyaSenyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datangKedua lengannya memeluk senapanDia tidak tahu untuk siapa dia datangKemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Wajah sunyi setengah tengadahMenangkap sepi padang senjaDunia tambah beku di tengah derap dan suara menderuDia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turunOrang-orang ingin kembali memandangnyaSambil merangkai karangan bungaTapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaringTetapi bukan tidur, sayangSebuah lubang peluru bundar di dadanyaSenyum bekunya mau berkata: aku sangat muda1955
Karya : Toto Sudarto Bachtiar

TemaPuisi “Pahlawan Tak Dikenal” menggambarkan kepahlawanan seorang pejuang yang gugur saat usianya masih muda demi membela tanah air. Jadi, tema puisi tersebut perjuangan dan kepahlawanan.
PerasaanPerasaan penyair dalam puisi yaitu terharu, penyair terharu melihat seorang pahlawan yang rela mati demi negara.
NadaPuisi “Pahlawan Tak Dikenal” memiliki nada kepahlawanan dan perjuangan.
AmanatAmanat puisi “Pahlawan Tak Dikenal” menyuruh kita atau pembaca untuk menghargai jasa pahlawan.
Larik“Pahlawan Tak Dikenal” tediri atas dua puluh larik. Larik-larik tersebut saling berhubungan membentuk lima bait.
BaitPuisi “Pahlawan Tak Dikenal” terdiri atas lima bait. Bait pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima terdiri atas empat larik.
Pertautan baitBait-bait yang terdapat dalam puisi saling berhubungan dalam mengungkapkan isi puisi. Bait pertama sampai kelima menggambarkan kepahlawanan seseorang yang masih muda.
DiksiDiksi yang digunakan adalah kata-kata yang bermakna denotasi dan konotasi.
PengimajianBait pertama, kedua, keempat, dan kelima menggunakan imaji penglihatan karena “apa” yang diungkapan pada bait tersebut seakan-akan dapat dilihat. Bait ketiga menggunakan imaji pendengaran karena “apa” yang diungkap seakan-akan dapat didengar.
Rima
Bait pertama, ketiga, dan keempat memiliki bunyi akhir baris yang tidak sama. Bait kedua memiliki persamaan bunyi ng di akhir baris. Bait kelima, baris pertama dan kedua memiliki persamaan bunyi ng, sedangkan baris ketiga dan keempat memiliki persamaan bunyi a
1 5 1