Jawabanmu

2014-04-29T11:10:24+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
            Pejuangku, Pahlwanku
               Ramadhana Kurnia

Dentang waktu silam
penuh misteri tembakan
terusik nada-nada geram
nafas mereka tak tentram
mereka butuh kedamaian

Jiwa penuh tangis dan darah
penuh do'a dan harapan
mereka butuh udara segar 
bagi mereka yang tersisa

Detik-demi detik penuh kharisma
keagungan mencatatnya
meratapi kabut di atas singgahsana
tak letih berjuang untuk merdeka

Mereka berteriak, memberontak
mengeluarkan seluruh amarah mereka
untuk mencapai langit khatulistiwa
agar merdeka, abadi nan jaya

Pujaanku, pahlawanku
kau indah tak pernah kenal lelah
nyalimu begitu hebat, walau kematian mendekati
demi sebuah kehormatan martabat bangsa

Kau ukir negara kita dalam bendera merah putih
hingga negara di dunia mengakui..

Lihatlah gagahnya pancasila
terbang membawa kita semua
membawa bendera kemerdekaan
menghapus duka ribuan insan

Tertunduk haru meratapi
meneteskan airmata kebahagiaan.

Jawaban paling cerdas!
2014-04-29T11:18:31+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
DIBALIK SERUAN PAHLAWAN
karya Zshara Aurora

Kabut,
dalam kenangan pergolakan bumi pertiwi
Mendung,
Pertandakah hujan deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia dan semua yang ada menunggu keputusan sakral

Serbu... MERDEKA... atau MATI
Allahu Akbar
Titahmu terdengar kian masuk di dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Kau teruskan bunyi-bunyi ayat suci
Kau teriakkan semangat juang untuk negeri
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk Ibu Pertiwi

Kini kau lihat,
Merah Hitam tanah kelahiranmu
pertumpahan darah para penjajah keji
Gemulutmu tak kunjung sia
Lindungannya selalu dihatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia abadi
1 5 1