Jawabanmu

2014-04-28T05:50:40+07:00
Satu peristiwa histories penting dalam kehidupan masyarakat Bali telah terjadi yaitu jatuhnya Bali ketangan penjajah Belanda ditandai takluknya kerajaan Klungkung sebagai kerajaan terakhir pada tahun 1908. sejak itu pemerintah belanda mulai mengembangkan kekuasaannya dengan sistem pemerintahan barat sesuai dengan kepentingan colonial. Bali yang ketika itu terdiri atas delapan kerajaan , oleh belanda dijadikan dua bagian, Bali Utara dibawah pengawasan seorang residen yang berkedudukan di Singaraja dan Bali Selatan dibawah pengawasan seorang asisten residen yang berkedudukan di Denpasar. Bali Utara dibagi menjadi Buleleng dan Jembrana, sedangkan bali selatan terdiri atas Tabanan, badung, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung yang membawahi Bangle Dan Nusa Penida. Berkurangnya kekuasaan raja-raja Bali itu mengakibatkan berkurangnya perhatiannya puri ( keratin) terhadap kelangsunga hidup seni perjuntukan klasik – Gambuh, wayang wong, topeng, legong, gong gede, semar pangulingan, dan lain-lain-yang pernah mencapai masa keemasan pada zaman kejayaan raja-raja di Bali seperti Watu enggong (1460-1550), dalem bekung(1550-1580), dalem tahan dewa agung jambe (1845-1908). Oleh karena itu sangat logis jika kualitas dan kuantitas penyajian seni-seni klasik ketika itu menjadi menurun. Keadaan seperti itu sangat berbeda di Jawa yang justru karena berkurangnya kekuasaan politiknya, para raja berusaha mengekstrapolasikan kekuasaan lewat pelestarian dan perkemdangan buday, tidak mengherankan kesenian keraton justru berkembang dengan baik. Untung seni perjunjukan bali masih tetap dibutuhkan sebagai salah satu sarana upacara agama dan adapt, sehingga kelangsungan hidupnya masih dapat dipertahankan atas pangayoman Pura (agama) , banjar ( desa adat), dan sekeha (organisasi) kesenian. Dari sisi ini tampak pemerintah colonial Belanda sangat banyak merugikan rakyat Indonesia termasuk rakyat Bali. Dalam suasana zaman seperti itu, dalam bidng seni tumbuh pula pembaharuan-pembaharuan yang juga  merupakan aktulisasi kesadaran nasional dan rasa demokratis yaitu ansambel Gamelan Gong Kebyar, sebuah bentuk seni yang mengunakan susunan instrumen, pola garap gendhing, pola penyajian teknik tabuhan instrumen dan karakter baru, sehingha tepat sekali gamelan dimasukan kedalam kelompok gamelan baru. Pemberian nama “Kebyar” terhadap karya seni tersebut tepat, karena perangkat gamelan baru itu betul mampu mengekspresikan karaktek kebyar, yaitu keras, lincah, cepat, agresif, mengejutkan, muda, enerjik, gelisah, semangat, optimis, kejasmanian, ambisius, dan penuh emosional.
1 5 1