Jawabanmu

2014-04-27T19:45:39+07:00
Islam di Sulawesi
 Agama Islam masuk ke Sulawesi sejak abad ke-16, pada masa kekuasaan Sombayya Ri Gowa I Mangngarrangi Daeng Mangrabbia Karaeng Lakiung Sultan Alauddin Awwalul islam raja Gowa ke-14, Islam secara resmi diterima sebagai agama resmi kerajaan Gowa pada hari Jumat tanggal 9 Jumadil Awal 1051 H. atau bertepatan pada tanggal 20 September 1605 Masehi. Sedangkan Raja Tallo bergelar Sultan Abdullah. Di antara para muballigh yang banyak berjasa dalam menyebarkan dan mengembangkan agama Islam di Sulawesi, antara lain: Katib Tunggal,Datuk Ri Bandang,Datuk Patimang,Datuk Ri TiroSyekh Yusuf Tajul Khalwati Tuanta Salamaka. Dakwah Islamiyah ke Sulawesi berkembang terus sampai ke daerah kerajaan Bone, Wajo, Soppeng, Sidenreng, dan lain-lain. Suku Bugis yang terkenal berani, jujur dan suka berterus terang, semula sulit menerima agama Islam. Namun berkat kesungguhan dan keuletan para mubaligh dan pasukan kerajaan Gowa, secara berangsur-angsur mereka menjadi penganut Islam yang setia. Pelaut-pelaut Bugis/Makaasar berlayar menjelajah seluruh Indonesia sampai ke Aceh. Di antara mereka adalah pembesar Bugis/Makassar bernama Daeng mansur yang di Aceh lebih dikenal dengan panggilan Tengku di Bugis. Salah seorang puterinya bernama puteri Sendi. Ia dikawinkan dengan Sultan Iskandar Muda, raja besar Aceh. Sejak itu hubungan antara Aceh – Bugis sangat erat, sehingga banyak pengaruh budaya Aceh di Bugis. Bentuk rumah dan cara hidup orang Bugis banyak kesamaannya dengan Aceh. Tampaknya hubungan perdagangan yang diperkuat dengan hubungan kekerabatan yang berdasarkan agama Islam itu telah memperkokoh hubungan persatuan antara penduduk di seluruh wilayah Indonesia.

semoga membantu .
2014-04-27T19:47:40+07:00
Islam di SulawesiAgama Islam masuk ke Sulawesi sejak abad ke-16, pada masa kekuasaan Sombayya Ri Gowa I Mangngarrangi Daeng Mangrabbia Karaeng Lakiung Sultan Alauddin Awwalul islam raja Gowa ke-14, Islam secara resmi diterima sebagai agama resmi kerajaan Gowa pada hari Jumat tanggal 9 Jumadil Awal 1051 H. atau bertepatan pada tanggal 20 September 1605 Masehi. Sedangkan Raja Tallo bergelar Sultan Abdullah. Di antara para muballigh yang banyak berjasa dalam menyebarkan dan mengembangkan agama Islam di Sulawesi, antara lain:Katib Tunggal,Datuk Ri Bandang,Datuk Patimang,Datuk Ri TiroSyekh Yusuf Tajul Khalwati Tuanta Salamaka.Dakwah Islamiyah ke Sulawesi berkembang terus sampai ke daerah kerajaan Bone, Wajo, Soppeng, Sidenreng, dan lain-lain. Suku Bugis yang terkenal berani, jujur dan suka berterus terang, semula sulit menerima agama Islam. Namun berkat kesungguhan dan keuletan para mubaligh dan pasukan kerajaan Gowa, secara berangsur-angsur mereka menjadi penganut Islam yang setia.Pelaut-pelaut Bugis/Makaasar berlayar menjelajah seluruh Indonesia sampai ke Aceh. Di antara mereka adalah pembesar Bugis/Makassar bernama Daeng mansur yang di Aceh lebih dikenal dengan panggilan Tengku di Bugis. Salah seorang puterinya bernama puteri Sendi. Ia dikawinkan dengan Sultan Iskandar Muda, raja besar Aceh. Sejak itu hubungan antara Aceh – Bugis sangat erat, sehingga banyak pengaruh budaya Aceh di Bugis. Bentuk rumah dan cara hidup orang Bugis banyak kesamaannya dengan Aceh. Tampaknya hubungan perdagangan yang diperkuat dengan hubungan kekerabatan yang berdasarkan agama Islam itu telah memperkokoh hubungan persatuan antara penduduk di seluruh wilayah Indonesia.

Kerajaan Gowa secara geografis terletak di dearah Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan saat ini. Kerajaan ini dikenal merupakan kerajaan maritim yang sempat “menguasai” Asia Tenggara. Pelaut-pelaut ulung dari kerajaan Gowa pun sangat kesohor, mereka menjelajah Samudera dengan Perahu Pinisi, mereka sampai ke Eropa, Afrika dan Australia dalam menjelajahi samudera.Raja Pertama kerajaan Gowa adalah Seorang wanita/ratu yang bernama To Manurunga (orang yang datang dari kayangan). Dinasti To Manurunga ini kemudian menjadi raja  atau dikenal sebagai sombayya secara turun temurun.


1 5 1