Jawabanmu

2014-04-27T18:41:41+07:00
Ada nie aq bisa .

TeksDialogNegosiasi antara pengusaha dan pihak bank
Pengusaha :selamat pagi pak …
Pihakbank : pagi , mari silakan duduk .
Pengusaha :terima kasih pak , perkenalkan saya sultonis aya adalah pengusaha tenun tradisional .
Pihakbank :ada keperluan apa ?
Pengusaha :saya ingin mengembangkan usaha saya , maka dari itu saya ingin mengajukan usulan kredit uang di bank iniPihakbank : oh…… emangnya barapa besar kredit yang anda ingnkan ?
Pengusaha : 200 juta pak

Pihakbank :wah itu terlau besar pak , bank kami tidak dapat mengabulkan ajuan bapak
Pengusaha :tapi saya membutuhkan uang sebesar itu pak .
Pihakbank :tapi itu terlalu besar pak , bagaimana kalau 100 juta saja .Pengusaha :tidak bisa pak , karena biaya modal dan biaya bahan baku yang saya butuhkan sekitar 200 juta .
Pihak bank :bagaimana kalau 120 juta .
pengusaha :itu terlalu kecil pak , bagaimana kalau 150 jta .pihak bank : emm , baiklahk alau 150 juta , mungkin kami akan mengusahaannya anda tinggal membuat proposal saja .
pengusaha :usahakan secepatnya pak , saya akan mengirimkan proposalnya secepatnya .
pihak bank : baiklah saya akan usahakannya
pengusaha : terimakasih ya pak .pihak bank : baiklah sama-sama …pengusaha :saya permisi pulang dulu pak …..  

Teks monologPada  suatu hari pak sultoni datang kesuatu bank ,iaingin mengusulkan kredit pinjam uang sebesar 200 juta . Namun pihak bank menolak karena kredit yang ia ajukan terlalu besar .Sehingga terjadilah tawaran diantara mereka .Setelah itu nominal yang dis etujui sebesar 150 juta ,lalu pak suton pun berpamitan untuk pulang

semoga membantu ^_^


2014-04-27T18:47:31+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
                                       KARENA SAHABAT
Pagi itu, seorang anak manusia diam termenung setelah bangun dari tidurnya. Ia sama sekali tidak melakukan hal apapun, kecuali terdiam dan melamun dengan bersandarkan bantal yang Ia tumpuk. Sampai akhirnya, Ia mengeluarkan kata-kata dari yang terlontar dari mulutnya. Pandangannya tetap kosong. "Aku malas sekolah hari ini. aku benar-benar gak sanggup buat sekolah hari ini." sejenak berhenti. "Aku malu sama teman-teman semua. Aku berbeda dari mereka. Aku miskin, aku jelek, dan aku tidak seperti mereka" "Tuhan, kok harus aku yang seperti ini? kenapa harus aku Tuhan?" "Aku ingin benci terhadap hidup, tapi aku tak bisa. Masih ada orang yang mencintaiku dengan tulus. Dan aku sadar, hanya karna tak sanggup untuk sekolah di sekolah itu yang membuat aku benci hidup" Perlahan air mata menetes. "Aku takkan pernah rela bila harus meninggalkan sahabat-sahabatku, karena mereka yang selalu menebarkan cinta tulusnya untukku." Mengusap airmatanya. "Oke. aku sadar, harta dan fisik takkan berarti tanpa cinta. aku mempunyai cinta. Ya, benar!" sedikit tersenyum "Kalau aku tidak sekolah disini lagi, aku akan kehilangan mereka. dan Aku tidak yakin ada sahabat sebaik mereka lagi" tersenyum lebar. "Okedeh, aku sekolah aja. aku gak perduli. Semoga suatu saat nanti, Tuhan memberikan apa yang aku inginkan, dan apa yang aku impikan". Tersenyum, dan bergegas ke kamar mandi.