Jawabanmu

2017-01-17T17:59:14+07:00
Peran wali sanga untuk menyebarkan agama Islam dalam berbagai bidang di daerah Pulau Jawa dan Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut:

1. PendidikanPeran  walisongo  di  bidang  pendidikan  terlihat  dari  aktivitas  mereka dalam  mendirikan  pesantren, sebagaimana  yang  dilakukan  oleh  Sunan  Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Bonang.Sunan  Ampel  mendirikan  pesantren  di  Ampel  Denta  (dekat  Surabaya) yang sekaligus menjadi pusat penyebaran Islam yang pertama di Pulau Jawa. Muridnya  antara  lain
Raden  Paku  (Sunan  Giri),  Raden Makdum  Ibrahim  (Sunan  Bonang),  Raden Kosim Syarifuddin (Sunan Drajat), Raden Patah (yang kemudian menjadi sultan pertama  dari  Kerajaan  Islam  Demak),  Maulana  Ishak,  dan  banyak  lagi.
Sunan  Giri  mendirikan  pesantren  di  daerah  Giri.  Santrinya banyak   berasal  dari  golongan  masyarakat ekonomi  lemah.  Ia  mengirim  juru dakwah terdidik ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa seperti Madura, Bawean, Kangean,  Ternate  dan  Tidore.Sunan  Bonang  memusatkan  kegiatan  pendidikan dan  dakwahnya  melalui  pesantren  yang  didirikan  di daerah  Tuban. Sunan Bonang   memberikan  pendidikan  Islam  secara  mendalam  kepada  Raden  Fatah, putera raja  Majapahit,  yang kemudian  menjadi  sultan pertama  Demak.  Catatan-catatan pendidikan tersebut kini dikenal dengan Suluk Sunan Bonang.
2.       PolitikBeberapa wali sanga menjadi penasehat kerajaan. Sunan Gunung Jati bahkan menjadi raja. Sunan Ampel sangat berpengaruh di kalangan istana Majapahit. Isterinya berasal dari kalangan istana dan Raden Patah (putra raja Majapahit) adalah murid beliau. Dekatnya  Sunan  Ampel  dengan  kalangan  istana  membuat  penyebaran Islam  di daerah Jawa  tidak  mendapat  hambatan,  bahkan  mendapat  restu  dari  penguasa kerajaan.
Sunan Giri fungsinya sering dihubungkan dengan pemberi restu  dalam penobatan raja. Setiap kali muncul masalah penting yang harus diputuskan, wali yang  lain  selalu  menantikan  keputusan  dan  pertimbangannya. Sunan  Kalijaga juga menjadi penasehat kesultanan Demak Bintoro.
3.       DakwahPeran  walisongo  yang  sangat  dominan  adalah  di bidang  dakwah,  baik  dakwah  bil  lisan  maupun  bil  hal. Sebagai  mubalig, walisongo berkeliling dari satu daerah ke daerah lain dalam menyebarkan agama Islam.  Sunan Muria  dalam  upaya  dakwahnya   selalu  mengunjungi  desa-desa terpencil. Salah satu  karya yang monumental dari walisongo adalah mendirikan mesjid  Demak.  Hampir  semua  walisongo  terlibat  di  dalamnya.  Adapun sarana yang  dipergunakan  dalam  dakwah  berupa  pesantren-pesantren  yang  dipimpin oleh  para  walisongo  dan  melalui  media  kesenian,  seperti  wayang.  Mereka memanfaatkan pertunjukan-pertunjukan tradisional sebagai media dakwah Islam, dengan  menyisipkan  nafas  Islam  ke  dalamnya.  Syair  lagi  gamelan  ciptaan  para wali  tersebut  berisi  pesan  tauhid,  sikap  menyembah  Allah  dan  tidak menyekutukan-Nya.
4.       Seni BudayaSunan  Kalijaga  terkenal  sebagai  seorang  wali  yang  berkecimpung  di bidang  seni.  Sebagai  budayawan dan  seniman,  banyak  karya  Sunan  Kalijaga yang menggambarkan pendiriannya. Di antaranya adalah gamelan, wayang kulit, dan  baju  takwo.  Sunan  Ampel  menciptakan Huruf  Pegon  atau  tulisan  Arab berbunyi  bahasa Jawa.  Hingga  sekarang huruf  pegon  masih  dipakai  sebagai bahan  pelajaran  agama  Islam  di  kalangan pesantren.  Sunan  Giri  juga  sangat berjasa  dalam  bidang  kesenian,  karena  beliau  menciptakan  tembang-tembang dolanan anak-anak yang bernafaskan Islam. Sunan Drajat juga tidak ketinggalan untuk  menciptakan  tembang Jawa  yang  sampai  saat  ini  masih  digemari masyarakat, yaitu Gending Pangkung, semacam lagu rakyat di Jawa. Sunan Bonang dianggap sebagai pencipta gending pertama dalam rangka mengembangkan ajaran Islam di pesisir utara Jawa Timur. Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Bonang selalu menyesuaikan diri dengan corak kebudayaan masyarakat Jawa yang sangat menggemari wayang serta musik gemelan.