Jawabanmu

2014-04-25T20:06:07+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Pemain:
1. Bawang Merah
2. Bawang Putih
3. Ibu Bawang Merah
4. Bapak Bawang Putih
5. Pangeran
6. Pengawal I 
7.Pengawal II
8.Pengawal III
Alkisah disebuah desa hiduplah satu keluarga yaitu Bawang Merah dan Bawang Putih, yang dalam hidupnya Bawang Putih penuh dengan siksaan dan hinaan serta omelan,
1. Bawang Merah: Putih... Putih…!! kesini kamu. Kamu… harus membersihkan ruang tamu ini sampai bersih Ingat ya! kalau sampai aku datang ruangan ini tidak bersih tahu sendiri nanti akibatnya!
2. Bawang Putih : Baik, Bawang Merah! .
3. Ibu & B. Putih : Lho, kok sepi. Bawang Putih kemana ya, kok ngak kelihatan! Putih… Putih… Putih…! !
4. Bapak & B. Putih: Ada apa sih bu…! 
5. Ibu & B. Merah : Eh…! Bapak, lho kapan Bapak yang datang kok Ibu nggak dengar Bapak ngetok-ngetok pintu.
6. Bapak dan B. Putih : E… tadi bu, memang Bapak sengaja nggak ngetok-ngetok pintu, soalnya bapak dengar Ibu berteriak-teriak,Emangnya si Bawang Putih kemana bu?
7. Ibu & B. Merah : Oh tidak ada apa-apa pak kenapa-napa,tapi dia sedang istirahat
8. Bapak  : Terima kasih ya bu, Bapak bangga sekali punya istri sebaik Ibu,kalau begitu Bapak berangkat berdagang lagi ya bu, paling disana saya 1 minggu. Ibu jaga diri baik-baik ya dan juga anak kita baik-baik, oh ya ini ada sedikit uang buat belanja,jaga mereka
Ibu B. Merah : Iya pak hati-hati dijalan, da!, kamu kira saya betul-betul mencintai kamu apa! Tidak ya, saya hanya mencintai uang dan rumah kamu ini,putih..putih!
9. Bawang Putih : Ya… ya… bu, ada apa bu?
10. Ibu B. Putih : Kemana aja sih kamu ha… kaman aja?
11. Bawang Putih :Tadi sehabis masak! 
12. Ibu B. Merah : Ya bagus, sekarang kamu cuci baju itu sampai bersih mengerti? Ingat!
Maka berangkatlah Bawang Putih ke sungai untuk mencuci baju itu, sambil menangis Bawang Putih Berkata!
13. Bawang Putih : Ya Allah, ampunilah dosa-dosa Ibu tiriku, berikanlah kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Ya Allah bukakanlah pintu hati Ibu tiriku dan saudara tiriku agar dia mau menyayangiku. 
14. Pengawal I : Maaf tuan, e… lihat disana tuan, sepertinya ada seorang wanita.
15. Pangeran : Iya, betul-betul, tapi… sama siapa ya dia? Apa dia sendirian pengawal?  pengawal coba kalian lihat kesana…! 
17. Pengawal I & II : Baik tuan…! 
18. Pengawal I : Tuan, ternyata perempuan itu sendirian…!
19. Pangeran :  Mari pengawal kita kesana…! 
20. Pengawal I & II : Baik tuan…!
21. Pangeran : E… e… nona. Kalau boleh saya tahu nama nona siapa? Dan nona berasal dari mana? Dan kenapa pula sendirian di sungai yang sangat sepi ini…?
22. Bawang Putih : Maaf… tuan…!
23. Pangeran : Jangan… jangan… nona, jangan lari, saya bermaksud baik!
24. Bawang Putih : Nama saya Bawang Putih tuan, saya berasal dari desa seberang,  saya takut dimarahi Ibu saya tuan…!
25. Pangeran : Tunggu… tunggu…! tunggu nona…! mari pengawal kita ikuti Bawang putih itu, dimana sebenarnya rumahnya!
Kemudian berangkatlah Pangeran dan 2 pengawalnya untuk menuju rumah Bawang Putih, Pangeran merasa dialah wanita yang selalu diidam-idamkan.
26. Ibu Bawang Merah : Anakku coba lihat disana, siapa itu yang datang?
27. Bawang Merah : Iya bu, sepertinya yang datang Pangeran!
28. Ibu Bawang Merah : Tenang sayang, Ibu tahu kedatangan Pangeran itu ingin mencari permaisuri.
29. Bawang Merah : Benarkah itu bu? Tolong saya bu, saya mau menjadi permaisuri! 
30. Pangeran : Permisi…, permisi…!
31. Ibu Bawang Merah : Tuan,apakah anda mau menjadika permaisuri anak saya?
 32. Pangeran : Tidak,saya kesini ingin melamar bawang putih!
33. Bawang Merah : Kenapa sih Pangeran lebih suka Bawang Putih dari pada saya, padahal Pangeran Bawang Putih orangnya licik sekali dan suka mempermainkan lelaki!
Lagian Pangeran Bawang Putih itu orangnya jelek!
34. Pangeran : E… iya-ya betul, kamu juga cantik, manis dan menarik nona, tapi sayang hati saya sudah terpikat sama si Bawang Putih,tolong pangilkan bawang putih!
35. Bawang Merah : Huuuh…! Bawang Putih, Bawang Putih lagi, emangnya nggak ada orang lain selain Bawang Putih, huuuh… sebel!,putih..! kesini kamu
36. Bawang Putih : Iya, mbak…!!!
37. Bawang Merah : Kesini kamu lihat ini ada Pangeran mau memperistri kamu!
38. Pangeran : Bawang Putih, maukah kamu menjadi permaisuriku?
39. Bawang Putih :*menunduk*
40. Ibu Bawang Merah : Maaf tuan, itu berarti tandanya Bawang Putih setuju menjadi permaisuri tuan!
41. Pangeran : Mari kesini Bawang Putih, ikutlah kamu keistanamu kamu akan aku persunting menjadi permaisuriku!
42. Bawang Putih : Ibu…!
Bawang Merah…!
43. Pangeran : Baiklah bu, saya akan membawa Bawang Putih ke istanaku dan akan aku jadikan permaisuriku.
Kalau begitu kami berangkat dulu bu, permisi…!
44. Ibu Bawang Merah : Ya tuan…!
Maka berangkatlah Pangeran dan Bawang Putih 
setelah bawang putih menjadi istri pangeran mereka hidup damai.