Jawabanmu

2014-04-25T14:43:48+07:00
1. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara merupakan kalimat majemuk yang bagian atau unsur-unsurnya memiliki hubungan yang sederajat. Dengan kata lain, kalimat yang terbentuk dari gabungan beberapa tunggal yang setara.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat majemuk yang hubungan pola-polanya tak sederajat. Salah satu pola menduduki fungsi yang lebih tinggi dari pola lainnya. Bagian yang lebih tinggi dinamakan induk kalimat, bagian yang lebih rendah dinamakan anak kalimat.


2014-04-25T14:45:46+07:00
a.       Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua buah kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Dalam kalimat majemuk setara kedudukan pola-pola kalimat sama tinggi, tidak ada pola kalimat yang menduduki satu fungsi dari kalimat yang lain. Konstruksi kalimat majemuk setara sesungguhnya sangat sederhana, yakni hanya beberapa kalimat dasar atau kalimat tunggal, yang kemudian digabungkan dengan konjungsi atau kata penghubung . seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa setiap kalimat pasti mempunyai sebuah klausa. Klausa dalam kalimat majemuk setara masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat. Oleh karena itu, klausa yang satu dengan klausa yang lain didalam kalimat majemuk setara bersifat koordinatif. Jadi, hubungan koordinatif itu hubungan yang sifatnya sejajar atau setara. Hubungan yang sifatnya koordinatif demikian itu menghasilkan klausa-klausa yang sama kedudukannya, tidak memiliki hierarki karena klausa yang satu tidak lebih tinggi daripada klausa yang lainnya. Jadi, klausa yang satu tudak menjadi begian dari klausa yang lainnya. Karena sifatnya koordinatif itulah konjungsi-konjungsi di dalam kalimat majemuk setar dapat berdiri sendiri. Dia tidak melekat pada salah satu klausa pada kalimat majemuk setara tersebut.

b.  Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat mengandung satu kalimat dasar yang merupakan inti (utama) dan satu atau beberapa kalimat dasar yang berfungsi sebagai pengisi salah satu unsur kalimat itu. Hubungan  pola-polanya tidak sederajat salah satu pola menduduki fungsi lebih tinggi dari pola lain. Bagian yang lebih tinggi disebut induk kalimat, bagian yang lebih rendah disebut  anak kalimat. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat.