Jawabanmu

2014-04-22T15:01:15+07:00
Sepertinya tidak ada pengertian yang konstitusional terhadap arti dari kata ‘rakyat’. Karena di dalam konstitusi UUD 1945 penulis tidak menemukan pengertian dari ’rakyat’, maka penulis mencarinya di dalam undang-undang yang mengandung kata ’rakyat’ yaitu di dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 176 yang untuk selanjutnya disebut UU Pilpres. Di dalam UU Pilpres, kata ‘rakyat‘ sedikitnya disebutkan sebanyak 2 (dua) kali di dalam muatan ayat yang terdapat di dalam Pasal 159 ayat (2) yang berbunyi: “Dalam hal tidak ada pasangan Calon Terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), 2 (dua) Pasangan Calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua, dipilih kembali oleh rakyat secara langsung dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden” dan ayat Pasal 159 ayat (3) yang berbunyi: ”Dalam hal perolehan suara terbanyak dengan jumlah yang sama diperoleh oleh 2 (dua) Pasangan Calon, kedua Pasangan Calon tersebut dipilih kembali oleh rakyat secara langsung dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.”.
2014-04-22T15:24:04+07:00
Pasal 36 ayat 1  yang berbunyi "yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara"
pasal 26 ayat 2 yang berbunyi " penduduk ialah warga negara indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di indonesia