Jawabanmu

2014-04-21T22:03:45+07:00
Mengasingkan bung karno dan moh hatta ke rengasdengklok
2014-04-21T22:07:30+07:00
Tulisan Agung Nugroho/PR bahwa “Syahrir, Chaerul Saleh dan kawan-kawan  lalu menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok” (Pikiran Rakyat, 18/8 Laporan Khusus) perlu diluruskan dengan uraian diatas.      Syahrir sama sekali tidak ikut serta dengan aksi-aksi pemuda yang dipelopori oleh Soekarni, Chaerul Saleh, Adam Malik, Wikana, dll. terhadap Soekarno dan Hatta. Kekecewaan Syahrir yang begitu besar terhadap Soekarno dan  Hatta, ditambah penolakan pengikutnya yang setia, Soebadio Sastrosatomo, atas nasihatnya agar tidak terlibat dalam usaha penculikan terhadap Soekarno dan Hatta, dan perasaan “tidak berdaya” serta “terkucilkan” di dalam kota Jakarta, menyebabkan Syahrir mengandalkan para pendukungnya yang berada di luar kota Jakarta, termasuk dr. Soedarsono di Cirebon. Tetapi ia tidak realistis terhadap kekuatannya di mata rakyat seakan ia melupakan bahwa Soekarno lebih mendapat tempat di hati seluruh rakyat Indonesia.  Maka apa yang dilakukan oleh dr. Soedarsono mengikuti instruksi Syahrir juga tidak memperoleh sambutan dari masyarakat kota Cirebon. Dari uraian kesibukan para tokoh pada tanggal 15 Agustus tersebut, sangat kecil kemungkinan dr. Soedarsono memproklamasikan kemerdekaan di Alun-alun Kejaksan, Cirebon, pada tanggal 15 Agustus itu juga sebagaimana diungkapkan oleh Agung Nugroho.   Sangat boleh jadi dr. Soedarsono mengucapkannya pada tanggal 16 Agustus 1945.   Agung Nugroho mengatakan: “proklamasi Soedarsono seperti angin lalu”.
jadi intinya mereka membawa soekarno dan bung hatta ke rengasdengklok

semoga membantu
tandai sebagai terbaik ya