Jawabanmu

2014-04-21T18:02:25+07:00
Faathir21.blogspot.com/2012/05/ringkasan-novel-laskar-pelangi.html
2014-04-21T18:03:21+07:00
Edensor merupakan seri ke-3 dari tetralogi Laskar Pelangi. Cerita dibalik buku Edensor berintisarikan pencarian jati diri oleh penulis. Kisah dimulai dari petualangan penulis (Andrea Hirata) dengan Weh, seorang umat manusia yang memiliki otak jenius namun harus memilih hidup sebagai nelayan (yang 24 jam tinggal di perahunya) karena penyakit yang dideritanya.
Pelaut Weh memberikan pelajaran hidup yang sebenarnya kepada penulis. Weh membawa penulis mengarungi perairan dengan perahunya. Hingga suatu saat penulis merasa untuk pertam kalinya sebagai seorang lelaki, karena telah dipercayai dan berhasil sebagai nakhoda di tengah malam yang gelap. Bagaimana mungkin hal tersebut dapat dilakukan oleh seorang anak kecil belasan tahun?
Dilanjutkan dengan kisah petualangan di Eropa. Di hari pertama ketibaan mereka di Eropa, Penulis dan sepupunya Arai, tidur di taman, bermandikan butiran salju. Malam itu suhu drop sampai dengan -19 derajat Celcius. Perlahan tapi pasti, penulis merasa badannya kaku diterjang kedinginan salju. Mungkin ajal telah dekat. Arai yang selalu bertindak sebagai pahlawan, menidurkan penulis di atas tanah yang telah berubah menjadi balok salju. Darah segar pun tampak mengalir dari hidung penulis, tampak jelas di antara salju yang putih bersih. Arai selanjutnya menimbuni tubuh penulis dengan daun-daun rowan yang membusuk. Ternyata daun-daunan tersebut berhasil menghasilkap uap panas dan menghangatkan badan penulis. Sebuah ilmu yang sangat berguna di waktu yang sangat tepat. Arai memang selalu unik baik untuk ‘kegilaannya’ maupun kepintarannya.
Andrea selalu membawa kertas cinta Edensor. Betapa dia ingin sekali bertemu dengan A Ling, wanita yang dicintainya tersebut. Demikian dengan Arai, membacakan puisi buat wanita yang dicintainya Zakiah Nurmala. Puisi tersebut dibacakan pada tanggal 3 Juli, yakni hari kematian penyanyi Legendaris Jim Morrison, dan di kuburan sang Legendaris itu pula. Sementara seantero Paris memutar lagu yang sama, “End of Night”-nya Jim Morrison.
Di masa liburan, penulis dan Arai ingin mewujudkan mimpinya menjelajahi Eropa dan Afrika. Tapi mereka sadar, tidaklah mudah untuk mewujudkan impian tersebut, butuh banyak uang. Akhirnya, melalui bantuan seorang mahasiswa Amsterdam School Of The Arts, Famke Somkers. Somkers dan teman-temannya mengubah penulis dan Arai menjadi seekor ikan duyung dan anaknya. Dengan menggunakan kostum ikan duyung beserta beberapa perlengkapan make-up, penulis dan arai dapat menjelajahi eropa dan afrika.
Karena di Eropa sudah terbiasa budaya backpacker (turis miskin-bepergian dengan mengeluarkan biaya sekecil mungkin, termasuk membawa sleeping bag-), penulis dan Arai pun demikian. Dan karena mereka berdua memegang Schenge Visa, memudahkan mereka menjelajahi Eropa tanpa ada urusan antah belantah layaknya sekarang ini di Asia.
Perjalanan mereka melalui Jerman, Denmark, Swedia, Norwegia, Skandinavia, Finlandia dan yang lainnya. Di rusia yang sebahagian besar wilayahnya adalah daratan, mereka harus memakan dedaunan. Mereka juga pernah ditawari oleh seorang homo dan dibayar dengan tinggi. Mereka pernah ditangkap polisi di Syzran, yang mana hal paling berharga yakni Kompas dan Collins World Atlas mereka tertinggal di kantor polisi tersebut.
Selain itu, mereka juga pernah hampir mati di Rumania karena dihadang 4 orang pecandu narkoba, dan diselamatkan oleh orang Indonesia yang terbuang di sana. Namun mereka berjaya di Yunani dan Nabpaktos karena mereka mendapat sumbangan yang sangat banyak dari hasil ngamen mereka sebagai ikan duyung dan anaknya. Karena bergelimangan duit, mereka membeli barang-barang yang mereka idamkan. Penulis membeli kacamata ray ban, celana cutbrai kordurai, kemeja Manly Executive, sepatu Nike, ikat pinggang besar bergambar wajah presiden Amerika, Benjamin Franklin, dan masuk salon untuk menata rambut ala Bob Marley. Sementara Arai membeli jaket kulit, Bulu Cerpelai dan Arloji.
Selain bertemu dengan orang Indonesia, mereka juga bertemu dengan petinggi-petinggi kaum Muslimin di Afghanistan, Afrika.
3 4 3