Macam-macam obyek wisata Budaya yang ada di Provinsi Lampung , antara lain
= Kabupaten Lampung Barat :
1. Situs Megalitik
- Fasilitas : Benda Benda peninggalan sejarah
- Lokasi : Pekon Purajaya

2. Rumah Tradisional
- Fasilitas : Arsitektur Rumah tahan gempa, dengan bentuk khas rumah lampung
Lokasi : Desa Sukadana

3. Petilasan Patih Gajah mada
- Fasilitas : Benda benda peninggalan sejarah
- lokasi - Kecamatan Lemon

Jawabanmu

2014-04-20T05:54:56+07:00
Teori Erik Erikson membahas tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial. Teori perkembangan psikososial ini adalah salah satu teori kepribadian terbaik dalam psikologi. Seperti Sigmund Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tingkatan. Salah satu elemen penting dari teori tingkatan psikososial Erikson adalah perkembangan persamaan ego. Persamaan ego adalah perasaan sadar yang kita kembangkan melalui interaksi sosial. Menurut Erikson, perkembangan ego selalu berubah berdasarkan pengalaman dan informasi baru yang kita dapatkan dalam berinteraksi dengan orang lain. Erikson juga percaya bahwa kemampuan memotivasi sikap dan perbuatan dapat membantu perkembangan menjadi positif, inilah alasan mengapa teori Erikson disebut sebagai teori perkembangan psikososial.
2014-04-20T06:10:51+07:00
Teori Interaksi simbolis (Menurut Noeng Muhadjirin dalan Tjipto .2009: 81)Konsep interaksi simbolik bertolak pada tujuh posisi dasar, yaitu:
ü  Bahwa perilaku manusia itu mempunyai .makna dibalik yang menggejala,  sehingga diperlukan metoda untuk mengungkapkan perilaku yang terselubung.
ü  Pemaknaan kemanusiaan manusia perlu dicari sumbernya pada interaksi sosial manusia. Manusia membangun lingkungannya, manusia membangun dunianya, dan kesemuanya dibangn berdasrkan simpati, dengan bentuk tertinggi mencintai sesama manusia dan mencintai Tuhan.
ü  Bahwa masyarakat manusia itu merupakan proses yang berkembang holistik, tidak terpisah, tidak linier, dan tidak terduga.
ü  Perilaku manusia itu berlaku berdasarkan penafsiran fenomenologik, yaitu berlangsung atas maksud, pemaknaan dan tujuan, bukan di tujukan atas proses mekamik atau otomatik, perilaku manusia bertujuan dan tidak terduga.
2
ü  Konsep mental manusia itu berkembang dialektik, mengakui adanya tesis, antithesis, dan sintesis, sifatnya idealitik bukan materialistik.
ü  Perilaku manusia itu wajar, dan konstruktif kreatif, bukan elementer reaktif.
ü  Perlu di gunakan metoda instrospeksi simpatetik, menekankan pendekatan intuitif untuk menangkap makna (Muhadjir, dalam Tjipto 2009: 82).