Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-04-19T16:18:37+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Terik mentari kian menyangat, memaksa buih-buih keringat keluar dari sarangnya,Aku masih duduk diatas bangku kecil warung sederhana tak jauh dengan sekolah, sembari menikmati segelas es teh tuk sekedar membahasi tenggorokan,Hampir setiap pulang sekolah aku selalu mampir ke warung bu sulasmi, walau sekedar minum, karena keakraban yang sudah terjalin, maka hal ini pun sudah menjadi rutinitas yang wajib akau lakukan,  tak kahayal aku pun sering di beri “ gratisan “ oleh bu sulasmi.Es the manis 2 ya Bu…Suara dua pengamen yang berpakaian necis, dengan topi hitam yang menutup kepala mereka, serta jas kulit yang berwarna merah dengan gambar logo tim sepak bola elit liga inggris,.mereka pun kemudian duduk di  sampingku dan meletakkan sebuah alat musik seperti gitar namun kecil di atas meja, namun aku tak tahu alat music apa itu dan bagaimana cara mainnya,..Itu gitar mini yam as?Tanyaku, dengan menunjuk kea rah alat music yang menyerupai gitar tersebut yang kali ini dipindahkan ke bawah meja,.Bukan mas, ini namanya kentrung, ya bisa juga dikatakan gitar mini karena cara mainnya pun sama-sama dipetik?Jawab salah satu pengamen dengan nada sedikt tertawa dan merinyipitkan matanya persis dengan ekspresi orang yang pada acara tahan tawa,.Kentrung??batinku, dengan memalingkan pandangan dari arah mereka, dan berubah memandang kalender bergambar masjid agung demak yang terpajang di dinding kayu ibu sulasmi, bukankah kentrung adalah alat music tradisional demak yang bentuknya sederhana dan biasanya diaminkan setiap ada pergelaran,. mendengar jawaban pengamen tersebut terlintas aku ingat dengan cerita mbah samsuri, seniman kentrung satu-satunya di demak, namun sayang, kisah hidupnya tak semulus dan seindah dengan irama nada kentrungnya..seminggu yang lalu aku bersama tim jurnalistik ke rumahnya, untuk wawancara guna sebagai bahan artikel dalam majalah tahunan sekolah, namun betapa terkejutnya aku, ketika mbah samsuri menuturkan bahwa ia tak lagi menjadi seniman kentrung seperti dulu, namun ia kini menjadi tukang kebun di salah satu SD dekat dengan rumahnya, alasannya adalah sederhana, untuk menghidupi kebutuhan keluarga,Ku mengenal mbah samsuri sudah lama, tepatnya ketika aku duduk di kelas sepuluh, perkenalan itu bermula ketika aku  mendapatkan tugas dari guru seniku, tugasnya adalah mencari kesenian local dari daerah demak kemudian membuatnya sebagai makalah, sempat aku bingung dengan tugas itu, namun karena membaca berbagai referensi dan bbrowsing internet, akhirnya aku menemukan kesenian local yang dimaksud, ya itu adalah kentrung,.lengkap dengan alamat senimannya, ya dia adalah mbah samsuri, satu-satunya seniman kentrung di demak,Waktu itu setelah tugas tersebut diberikan, ku kemudian menuju rumah mbah samsuri, berbekal dari petunjuk referensi  ku baca dan dengan bertanya kepada warga sekitar, kali ini aku baru setuju dengan ungkapan “ malu bertanya sesat diajalan “,Akhirnya, aku temukan alamat rumah mbah samsuri, rumah sederhana yang terbuat dari kayu serta atap yang sudah kumuh , tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya, ku kira rumah seniman itu mewah, namun ternyata kali ini aku melihat sendiri bagaimana kenyataan nasib seniman di negeri yang katanya negeri serjuta budaya, tak salah jika banayak negeri tetangga yang mengklaim budaya negeri ini, yang salah bukan mereka tapi kita sendiri yang tak memiliki perhatian serta penghargaan terhadap jasa para seniman, di dalam rumah  terdapat banyak  pajangan foto mbah samsuri , sebuah penghargaan berupa piagam pun ia raih dan ia simpan di dalam almari, kemudian mbah samsuri menceritakan, perjalanannya menjadi seniman, hal itu adalah wasiat dari bapaknya, sehingga ia pun melanjutkan warisan budaya local tersebut,Namun kenyataan itu sungguh berbeda dengan seminggu yang lalu, ketika aku mengetahui bahwa kini seorang seniman satu-satunya pun harus meninggalkan budaya demi pemenuhan kebutuhan keluarga,Rasa penasaranku semakin bertambah, aku pun duduk di lantai dan mbah samsuri di atas kursi menjalin tua, kemudian dengan mimic yang sedih dan tertekuk, perlahan mbah samsuri pun menceritakan kisah pilunya,
lanjutan nya aku kirim lewat pesan
iya makasih ya :)
ini teks cerpennya tentang budaya ku kan?
yoooooo
jadikan jawabn terbaik
iya udah ko :)
2014-04-19T16:22:50+07:00
26 Januari 2013 punya cerita dalam hidupku, tentang semangat dan tentang perjuangan. Tantangan dari gedung megah untuk sebuah penghargaan terhadap budaya yang kita miliki, budaya yang kita cintai, budaya yang kita perjuangkan. Ya, Budaya Indonesia.
                Hamparan sawah yang membentang di kampung halamanku belum juga menguning, mereka masih tampak hijau, bersih tanpa butiran kecil yang biasa mereka sebut debu. Aku menatap pada sang raja api, ia bersinar terang di atas sana, ikut menyaksikan pemandangan alam yang begitu menakjubkan. Mempunyai gunung, pantai, hutan, sawah, dan lautan yang membiru itu adalah anugerah yang sengaja dititipkan sang pemilik dunia untuk kujaga. Walau aku tidak punya sertifikan kepemilikan atas harta yang berharga ini, tapi aku tetap meyakini bahwa ini milikku, harus kujaga dan harus kurawat.                Aku menatap awan dengan membayangkan semua tentang Indonesia, segala tentang keramahan Indonesia, dan segala tentang budayanya. Aku mengingat betul ketika di ujung sana para bocah Sabang menyanyikan lagu daerah mereka, harta mereka. Menari dan melenggok bersama sahabat mereka, tak peduli dengan keadaan apapun di singasana pemerintahan. Bermain dengan permainan yang mereka buat dari kayu yang berasal dari tanah mereka, tanah Indonesia.                Aku kembali menelaah pikiranku tentang pulau sebelah Sumatera yang nampak serupa dengannya, Pulau Jawa. Pulau yang di dalamnya dipadati dengan ribuan manusia yang mempunyai potensi mengagumkan. Mempunyai kesenian yang menawan, mempunyai tarian yang indah, bahkan gedung yang tampak megah juga masih mempunyai cerita tentang duka bahkan semangat di Indonesia pada masa lalu.                Kalimantan dan Sulawesi pun punya cerita di Indonesia, tentang keindahan budaya di dalamnya, tentang tanah yang katanya bias ditanami berbagai tumbuhan. Tentang semua tempat wisata yang di dalamnya melimpah tawa. Bahkan dengan permainan yang terus menguatkan karya anak bangsa.                Lagi, pulau di Indonesia yang punya hak untuk ditumpahi salju di tempat tertingginya. Jayawijaya seolah punya wewenag khusus untuk bisa merasakan butiran putih yang katanya terasa dingin. Melihat pakaian yang menurut sebagian orang yang tak mencintai bumi ini itu memalukan. Melihat jutaan anak bangsa yang siap melawan dunia dengan potensinya.                Bali juga punya cerita disini, tentang pantai yang menawan, tentang tarian yang lugu namun tegas. Riasan indah serta peralatan menarik sebagai pelengkap tarinya yang bahkan tak semua orang mampu memainkannya.                Aku mulai memejamkan mata, menatap betapa mirisnya ketika teman-teman sepergaulanku memandang lemah sang pemilik merah putih, menganggap mudah semua perjuangan bangsa, bahkan memandang murah tentang semua budaya yang dimilikinya. Aku dan kita semua punya harta yang mengagumkan, punya harta yang sangat mahal, namun dilupakan begitu saja.                Aku tak menampik tentang megahnya budaya luar yang masuk dengan mudahnya ke tanah ini, membius seluruh lapisan bangsa yang sekarang mulai mengucapkan selamat tinggal untuk budaya yang ia punya. Memilih bermain bersama barang mahal yang dikirim dari luar untuk bersenang-senang tanpa menengok mainan yang mampu ia buat dengan tangannya sendiri, yang mampu ia buat dengan tangannya sendiri.                                                     Indonesia punya segalanya, tak cukupkah ribuan bahasa yang masyarakatnya gunakan disisa hari mereka? Tak bermanfaatkah ribuan mainan yang menarik itu? Tak menarik kah tarian yang megah itu? Atau bahkan rumah adat yang tampak kokoh walau dengan bahan seadanya.                                                    Ketika aku besar nanti, aku masih ingin melihat segala budaya Indonesia di hari nanti. Aku masih ingin mendengar nyanyian dari berbagai bahasa yang kami punya. Aku rindu tarian itu, aku rindu alat musik itu, dan aku masih ingin mengenalkannya pada anakku kelak. Aku rindu Indonesia dengan segala cerita yang ia punya.
Jadikan yang terbaik ya
makasih ya menurutku ini lbh terbaik :)
ya.... :)