Pada saat peloncat indah hendak melakukan putaran
di udara, ia akan menekuk tubuhnya ketika mulai berputar dan akan merentangkan
tubuhnya ketika hendak mendekati air. Apa yang dapat anda simpulkan tentang
momen inersia peloncat indah tersebut?










Jawab :








2

Jawabanmu

2014-04-19T13:57:05+07:00
Ketika seorang peloncat indah meninggalkan papan loncatannya sebagai akibat reaksi yang diberikan oleh papan berupa lontaran, maka peloncat tersebut meninggalkan papan tersebut laju sudut awal terhadap sumbu horisontal yang melalui pusat massanya. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1. di mana tubuh peloncat agak condong ke depan ketika tubuhnya terlontarkan, sedemikian sehingga ia dapat membuat setengah putaran sebelum sebelum diving atau menyentuh air.Dalam variasi gerakan di udara, seorang peloncat dapat membuat variasi putaran terhadap pusat massanya, misalnya berotasi satu setengah kali putaran. Dengan demikian peloncat harus memperbesar laju sudutnya kurang lebih tiga kali lipat. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada gaya luar yang bekerja pada si peloncat indah ini, kecuali gravitasi. Akan tetapi, gravitasi dalam hal ini tidak memberikan torsi terhadap pusat massanya (Hewitt: 2002), karena antara pusat massa dengan gravitasi adalah searah atau tidak tegak lurus. Oleh karena torsi total nol yang bekerja pada peloncat tersebut, dan ia berotasi pada sumbu yang tetap atau sumbu yang melalui pusat massanya, sedemikian sehingga arahnya tidak berubah, maka persamaan 1 akan menjadi.Oleh sebab itu, tidak terjadi perubahan momentum anguler L. Dengan demikian gerakan rotasi pada loncat indah berlaku hukum kekekalan momentum anguler
Jawaban paling cerdas!
2014-04-19T13:57:35+07:00
Ketika kedua lengan dan kakinya ditekuk, ia mengalami gerak rotasi lebih cepat dibandingkan pada saat direntangkan. Hal ini akan mengurangi momen inersia yang dimiliki tubuhnya, kemudian ia akan kembali merentangkan tubuhnya ketika hendak mendekati air agar memperoleh momen inersia yang lebih besar sehingga kecepatan sudutnya menjadi lebih kecil.

\
1 5 1