Jawabanmu

2014-04-16T11:10:06+07:00
Kebudayaan meliputi seluruh hasil; karya manusia baik hasil yang berupa benda maupun buah pikiran manusia itu sendiri (sukmono 1973:80) hasil kebudayaan hanyalah berupa benda buatan manusia sedangkan alam pikiran manusia terkandung didalam benda tersebut. Bangunan-bangunan peninggalan sejarah dapat dilihat sampai sekarang hanyalah benda yang terbuat dari batu sedangkan bernda lainnya mudah lapuk karena termakan oleh usia, kalau batu pada bangunan candi bisa diukir dan juga sangat erat kaitannya dengan keagamaan yang masih bersifat suci, bangunan itu sering disebut dengan candi. Candi ini kadang sebagai tempat pemujaan atau tempat untuk memuliakan orang yang sudah meninggal dalam agama hindu sedangkan agama budha sebagai tempat pemujaan dewa bekala.
Sedangkan candi sebagai bangunan mempunyai bagian antara lain kaki candi, tubuh candi, dan atap candi, yang mana kaki candi berbentuk bujur sangkar yang dapat dinaiki oleh anak tangga yang menuju bilik candi, diadalam kaki candi terdapat persegi empat untuk menaruh pripih, tubuh candi terdiridari beberapa bagian bilik yang berisi arca perwujudan. Sedangkan atap candi terdiri atas tiga tingakatan, dari uraian diatas candi melambangkan alam semesta dengan tiga bagian yaitu kaki dimana manusia berbicara, atap merupakan tempat dewa dan tubuh merupakan dua tempat alam yang berbeda yang dimana manusia meninggalkan keduniawian dan menemui tuhan.
Candi ada yang berdiri sendiri dan ada juga yang berdiri secara kelompok dan terdiri atas candi perwara yang lebih kecil seperti ada dalam candi penataran.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas maka penulis mengambil beberapa rumusan masalah antara lain:
a) Bagaimana sejarah pembangunan Candi penataran?
b) Sebutkan bagian candi penataran?
c) Bagaimana cerita relief candi penataran?
2 2 2
2014-04-16T11:26:36+07:00
Nama lain candi palah = sebuah gugusan candi bersifat keagamaan Hindu Siwaitis.
Letak candi di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok,Kabupaten Blitar,Jawa Timur.
Diperkirakan candi dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1200 Masehi dan berlanjut digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1415.
Relief Candi