Jawabanmu

2014-04-16T09:06:24+07:00
2014-04-16T09:16:20+07:00
Telekung buat emak

Aku rindu Emak, itu yang selalu kutuliskan di bagian penutup surat buat Emak yang tak pernah kukirimkan. Hampir setiap minggu aku menulis surat buat Emak, semenjak aku jauh dari Emak. Kutuliskan semua cerita tentangku, bahagiaku, sedihku, cita-citaku dan semua yang kualami. Sudah puluhan mungkin ratusan suratku buat Emak. Saat ini aku menulis surat lagi buat Emak, kukatakan sudah selesai kuliahku, aku akan pulang. Aku tak tahu apakah surat ini akan kukirimkan atau tidak, aku tak punya rencana. Lima tahun lebih sudah aku tinggal di kota pendidikan ini. Sekalipun aku belum pernah pulang, walau hanya sekedar menjenguk Emak. Aku tak punya cukup uang untuk pulang. Lemari tempat menyimpan buku-buku kami adalah perabot terbaik rumah kami, setiap hari Emak membersihkan buku-buku dan lemari itu dari debu-debu yang mengotorinya. Tak jarang Emak menyusun kembali buku-buku itu. Buku-buku ini bisa buat kamu dan kakak-kakakmu jadi orang besar, makanya jangan sampai kotor apalagi sobek, kata Emak kepadaku ketika aku membantunya membersihkan lemari dan buku-buku itu.  meninggal sehabis shalat shubuh dengan masih memakai telekung, kata Mak Cik kemudian. Kuambil kembali telekung dalam lemari buku dan kuambil juga bungkusan kado dalam tasku. Mak, ini telekung buat Emak, keluhku.