Jawabanmu

2014-04-15T19:16:23+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Semua dimulai dari sahabatku yang mendapat teror dari orang yang tak dikenal berupa surat misterius. Semula, sahabatku Andina mengabaikannya, tapi lama-kelamaan ia merasa terusik juga oleh surat-surat itu.Ia mulai menyelidiki segala kemungkinan yang berhubungan dengan surat itu. Anehnya, semua buktinya mengarah padaku. Hei, bukan aku pelakunya! Aku jujur, sungguh.Real FriendKalau buntut masalah ini tidak panjang, aku juga tak akan memproblemkannya. Tapi sekarang, semua orang menatapku seolah aku adalah kutu di rambut mereka. Mereka semua menganggapku pengkhianat, jahat, antagonis. Aku benci semua itu. Persahabatanku hancur, diikuti reputasiku.Aku berusaha kuat. Kuat saja, kuat. Aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang-orang yang hanya bisa menuduh tanpa membuktikannya.Segala masalah ini membuatku lelah. Lebih baik aku beristirahat.***"Liat tuh, si pengkhianat. Hah, jahat banget dia. Masih belagak ga ada apa-apa lagi. Idih, jijik gue." Suara seorang siswa mulai menghinaku. Aku bersikap santai dan tidak menghadapi dengan harap dia lelah sendiri.Tapi nampaknya itu mustahil. Dia malah terus menghinaku, terus. Dan itu didepan Andina dan membuatnya semakin benci denganku.Apa jangan jangan... Dia pelakunya? Dara pelakunya? Astaga, apa yang dia harapkan dengan berbuat seperti itu? Berharap Vieno beralih padanya? Mencari sensasi? Atau apa?Tapi itu jelas tidak mungkin. Tidak mungkin.***Aku memejamkan mataku. Lelah mendera, menuntutku segera tidur. Tapi beban yang menimpaku ini seolah menahanku, tidak dapat beristirahat dengan tenang. Memoriku mengingat saat Andina pertama kali mendapat surat teror itu."Ada apa, An?""Tau nih, ada surat buat gue,""Surat cinta kali?"Andina nyengir. "Pengennya sih gitu."Yaudah, buka aja!""Oke..."Heh, Andina anak sok manis…Gue ingetin, jangan sok! Muak gue ngeliat lo. Inget ya. Awas lo. Jika lo terus tebar pesona sama si dia gue bisa pastiin semua bisa mengancam hidup lo. Gue gak akan biarin lo hidup tenang! Ngerti?Wajah Andina syok, tapi sejenak kemudian dia bersikap santai dengan berkata, "Biarin aja. Orang iseng kali!"Aku ingat, saat itu aku hanya mengangkat bahu tidak tahu. Lagipula aku bisa menanggapi apa? pikirku kala itu.Aku mengerjapkan mata pelan. Kupandangi sebuah gelang pemberian Andina yang melingkar di pergelanganku. Benarkah Andina sahabatku? Kenapa dia mudah terhasut orang lain? Sahabat yang sejati tak akan langsung mudah percaya pada perkataan tanpa bukti orang lain yang memfitnah sahabatnya, bukan?Ah, aku ingat ibuku sempat berkata bahwa ada surat untukku sebelum ia berangkat kerja.Kubuka amplop itu.
9 4 9
2014-04-15T19:48:49+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
                    musuh jadi sahabat
 pada hari yang cerah aku sedahng bermain dengan sahabatku.Tiba-tiba ayah dan ibuku datang menemuiku,saat itu aku gak tahu kenapa ayah dan ibuku datang lalu ibuku berkata "Arif ayo kita pindah kepesantren" saat itu aku berkata "ayah,ibu bagaimana denagan temanku".Saat ayah dan ibu memaksaku keruang kepala sekolah dan kepala sekolah mengambil data-dataku karena aku mau pindah sekolah.lalu ayah dan ibuku langsung membawaku kepesantren dibogor.saat masuk disana aku pun disambut guru-guru yang ramah.saat itu aku dan keluargaku dibant ibuguru keruang kepala sekolah.lalu kepala sekolah berkata "selamat datang.ada keperluan apa" lalu ayahku menjawab"anak ini mau dipindahkan kesini"kemudian kepala sekolah menjawab baiklah "kau sekolah mulai besok hari senin ya" lalu ayah ku menjawab "terima kasih".
   keesokan harinya akupun masuk sekolah.Aku pun mendapat kamar bersama adit,dandi,agus aku sangat senang sekali.Mereka menyambutku dengan meriah mereka berkata "siapa namamu apakah arif?.maukah kau menjadi teman kami" lalu aku menjawab "tentu namaku arif dan aku ingin sekali menjadi teman kalian".Kemudian aku bersenang-senang dengan mereka dan mereka mengajakku kekelas 4a.Kemudian aku disana sebangku dengan dandi. wah sangat seru sekali dipesantren.Lalu belpun berbunyi aku segera kekantin tiba-tiba agung menabrakku dengan sengaja ia berkata"kalau jalan paki mata dong"lalu aku menjawab "kamu yang pakai mata".Guru pun datang agung jangan begitu dong dia kan murid baru lalu agung menjawab"iya bu".kami pun saling bertengkar dikelas setiap hari.
   Pada hari yang cerah aku melihat agung menagis aku tidak tahu mengapa lalu aku mendatanginya.Aku pun berkata"agung ada apa?" agung menjawab "maaf arif aku selalu berbuat kasar padamu karena aku cemburu padamu punya orang tua  dan punya banyak teman sedangkan aku sendirian kesepian"Arif pun menjawab"maukah kau menjadi temanku gung "lalu agung menjawab"tentu aku ingin sekali"tiba-tiba agung memelukku agung"kau tahu benar perasaanku rif" Arif berkata"iya karena sebagai teman harus tahu perasaan temannya.Gung hapuslah air matamu dan ayo kita kekelas"agung berkata dengan senang"Ayo".Pada saat itu aku dan agung menjadi sahabat baik dan agung mempunyai banyak teman.

maaf kalo ada kata yang salah
15 3 15