Jawabanmu

2014-04-13T20:35:32+07:00
::: Kota Baru :::Mita : "Hai, Lina! Bagaimana kesanmu terhadap kota ini setelahtinggal seminggu di sini?Lina : "Ehm... aku senang tinggal di sini.Orang-orang di sini ramahdan tidak individualis, termasuk teman-teman di sekolahini."Mita : "Benarkah? Memang bagaimana di kota lamamu?"Lina : "Di sana orang-orangnya cenderung individualis, kurangmemerhatikan orang lain. Lingkungannya juga tidak bersahabat."Mita : "Tidak bersahabat? Maksudnya?"Lina : "Lingkungan di kata lamaku sudah tidak nyaman. Masyarakatnyajuga tidak ramah. Di sana tingkat polusi udara, air,dan suara sudah sangat tinggi. Pabrik yangmuncul di setiapsudut kota membuat udara semakin kotor. Tumbuhan sudahjarang sekali. Taman kota sudah diubah menjadi areapertokoan. Jadi, aku tidak bisa bermain di taman kota kalauhari Minggu."Mita : "Wah, sepertinya sudah jelek sekali kondisi lingkungan dikota lamamu itu ya?"Lina : "Iya, makanya aku sekeluarga memilih pindah ke kota ini.Ternyata benar, lebih nyaman."Mita : "Eh, kamu tadi bilang senang bermain di taman kota?"Lina : "Iya, tapi semenjak di sini aku belum pernah pergi ke tamankota. Di kota ini ada taman kota tidak?"Mita : "Ada, kamu ingin pergi ke sana?"Lina : "Iya, tapi aku tidak tahu letaknya. Maukah kamu memberitahu?"Mita : "Begini, dari jalan depan di sekolah kita, JalanWijayaKusuma,kamu lurus saja ke arah timur. Nanti kamu akan melewatipertigaan. Kamu tetap saja lurus sampai melewati perempatan.Kemudian kamu belok ke kiri, yaitu ke Jalan Sudirman.Kamu ikuti terus JalanSudirman itu sampai kamumenemukanpertigaan, beloklah ke kananmasuk Jalan Yos Sudarso. Darisitu kamu jalan sekitar 100 meter, nanti kamu akan sampai ditaman kota. Taman kota ada di JalanYos Sudarso, di sebelahkiri jalan. Paham tidak dengan penjelasanku?"Lina : "Iya, aku paham karena kamu memberi penjelasan denganlancar dan jelas. Terima kasih ya."
2014-04-13T20:37:07+07:00
Assalâmu’alaykum. Bagaimana kabar iman kalian, saudara-saudara? Aku doakan semoga dari waktu ke waktu kadar iman saudara sekalian //termasuk juga diriku// semakin bertambah. Hidup itu indah bila kita senantiasa bersyukur. Bila mendapat lebih kita bersyukur, kurang juga kita harus bersyukur. “Miy, bersyukur itu apa, sih?” bertanya seorang anak lelaki kepada bundanya. Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan tutur kata sang bunda menjawab, “Bersyukur itu artinya kita berterima kasih kepada Allâh. Berterima kasih atas segala yang diberi Allâh kepada kita. Semuanya kita syukuri.” “Semuanya, Miy?” (Ekspresi wajah penuh tanya.) “Iya, semuanya, Sayang. Saat Adek bisa makan nasi sementara anak-anak lain di luar sana nggak bisa makan, adek musti berterima kasih sama Allâh. Jangan disia-siakan makanannya. Ngambil makanan juga secukupnya aja. Kalau takut makan nggak habis, ngambilnya dikit aja. Nanti makanannya di akhirat ngadu sama Allâh kalau tidak dihabiskan.” “Iya deh, Miy. Adek ngambil nasinya dikit aja. Adek kan suka nggak habis makannya.” (Pembelaan diri.) “Ya jangan dikit banget juga. Adek katanya pengen cepet gede. Makannya musti banyak, dong.” “Ya tapi Adek nggak suka makan bayam, Miy….” (Mulai merengek.) “Bayam kan enak, Sayang. Bayam bikin kuat, lho. Kayak si Popeye. Nanti Adek jadi kuat, punya otot. Katanya Adek pengen jadi jagoan di sekolah. Ya musti kuat dong, Sayang….” “Tapi bayam nggak enak, Miy…. Adek makan cokelat aja.” (Merengek dan cemberut.) “Jangan milih-milih makanan gitu dong, Sayang. Itu namanya tidak bersyukur. Kalau orang tidak bersyukur itu nanti nggak patuh sama Allâh. Allâh nanti nggak sayang lagi.” “Ya udah, deh Miy. Adek pengen disayang sama Allâh. Adek mau makan bayam.” (Senyum penuh paksa.) “Gitu dong, Sayang….” “Tapi dikit aja ya, Miy. Takut nggak abis. Nanti malah nyia-siain makanan.” (Senyum kemenangan.)