Jawabanmu

2014-04-09T18:10:24+07:00
Di agama Hindu, ada istilah Catur Warna yang tidak sama dengan kasta. Karena dalam ajaran Pustaka Suci Weda, tak ada istilah kasta. Hanya ada istilah Catur Warna. Di dalam ajaran Catur Warna, masyarakat dibagi menjadi empat golongan, yaitu: 
Brahmana : golongan para pendeta, orang suci, pemuka agama dan rohaniwan Ksatria : golongan para raja, adipati, patih, menteri, dan pejabat negara Waisya : golongan para pekerja di bidang ekonomi Sudra : golongan para pembantu ketiga golongan di atas 

Menurut ajaran catur Warna, status seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Jadi, status seseorang tidak bisa didapat sejak ia lahir melainkan bisa didapat setelah ia melakukan suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu. Catur Warna mengharapkan seseorang agar melakukan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Keempat golongan itu sangat dianjurkan untuk saling membantu agar mereka dapat memperoleh hak. Dalam sistem Catur Warna terjadi suatu siklus “memberi dan diberi” jika mereka empat golongan saling memenuhi kewajibannya masing-masing.
*fix
Wahhh enternya duh2
Di agama Hindu, ada istilah Catur Warna yang tidak sama dengan kasta. Karena dalam ajaran Pustaka Suci Weda, tak ada istilah kasta. Hanya ada istilah Catur Warna. Di dalam ajaran Catur Warna, masyarakat dibagi menjadi empat golongan, yaitu:
Brahmana : golongan para pendeta, orang suci, pemuka agama dan rohaniwan
Ksatria : golongan para raja, adipati, patih, menteri, dan pejabat negara
Waisya : golongan para pekerja di bidang ekonomi
Sudra : golongan para pembantu ketiga golongan di atas
Menurut ajaran Catur Warna, status seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Jadi, status seseorang tidak bisa didapat sejak ia lahir melainkan bisa didapat setelah ia melakukan suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu. Catur Warna mengharapkan seseorang agar melakukan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Keempat golongan itu sangat dianjurkan untuk saling membantu agar mereka dapat memperoleh hak. Dalam sistem Catur Warna terjadi suatu siklus “memberi dan diberi” jika mereka empat
2014-04-09T18:17:28+07:00
Ajaran dalam Catur Varna bersumber pada wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang terhimpun dalam kitab suci Veda dan kitab-kitab susastra lainnya adalah ajaran yang sangat mulia.
Namun dalam penerapannya terjadi penyimpangan penafsiran menjadi sistem Kasta di India dan sistem Wangsa di Bali, Indonesia yang jauh berbeda dengan konsep Catur Varna.