Jawabanmu

2014-04-08T18:03:18+07:00
Sultan Baabullah adalah sultan dan penguasa Kesultanan Ternate yang berkuasa antara tahun 1570-1583. Beliau merupakan sultan Ternate terbesar sepanjang sejarah. Beliau berhasil mengalahkan Portugis dan mengantarkan Kesultanan Ternate ke puncak keemasan di akhir abad ke-16. Karena luasnya daerah kekuasaannya, Sultan Baabullah juga dijuluki sebagai ‘Penguasa 72 Pulau’ yang meliputi pulau-pulau di Indonesia bagian timur, Mindanao Selatan (Filipina) dan Kepulauan Marshall.


Ayah Sultan Baabullah adalah Sultan Khairun (1535-1570), juga merupakan Sultan Ternate. Sultan Khairun sangat memperhatikan pendidikan Pangeran Baabullah, sejak kecil Pangeran Baabullah bersama saudara-saudaranya telah digembleng oleh para ulama Ternate dan para prajurit pilihan, sehingga mereka memperoleh pemahaman tentang ilmu agama dan ilmu perang sekaligus. Sejak remaja Pangeran Baabullah juga telah turut mendampingi ayahnya menjalankan urusan pemerintahan dan kesultanan.


Ketika terjadi perang Ternate-Portugis yang pertama (1559-1567), Sultan Khairun mengutus anak-anaknya sebagai panglima untuk menghantam kedudukan Portugis di Maluku dan Sulawesi. Salah satunya adalah Pangeran Baabullah yang kemudian tampil sebagai panglima yang cakap dan berhasil memperoleh kemenangan bagi Ternate. Ternate sukses menahan ambisi Portugis sekaligus memenangkan banyak wilayah baru.
2014-04-08T18:07:02+07:00
Sultan Baabullah (10 Februari 1528 - permulaan 1583) adalah sultan dan penguasa Kesultanan Ternate ke-24 yang berkuasa antara tahun 1570 - 1583, ia merupakan sultan Ternate dan Maluku terbesar sepanjang sejarah yang berhasil mengalahkan Portugis dan mengantarkan Ternate ke puncak keemasan di akhir abad ke-16. Sultan Baabullah juga dijuluki sebagai penguasa 72 pulau berpenghuni yang meliputi pulau–pulau di nusantara bagian timur, Mindanaoselatan dan kepulauan Marshall. Masa muda Dilahirkan tanggal 10 Februari 1528, kaicil (pangeran) Baab adalah putera Sultan Khairun (1535-1570) dengan permaisurinya Boki Tanjung, puteri Sultan Alauddin I dari Bacan. Sultan Khairun sangat memperhatikan pendidikan calon penggantinya, sejak kecil pangeran Baab bersama saudara-saudaranya telah digembleng oleh para mubalig dan panglima dimana ia memperoleh pemahaman tentang ilmu agama dan ilmu perang sekaligus. Sejak remaja ia juga telah turut mendampingi ayahnya menjalankan urusan pemerintahan dan kesultanan.Ketika pecah perang Ternate–Portugis yang pertama (1559-1567), Sultan Khairun mengutus putera – puteranya sebagai panglima untuk menghantam kedudukan Portugis di Maluku dan Sulawesi, salah satunya adalah pangeran Baab yang kemudian tampil sebagai panglima yang cakap dan berhasil memperoleh kemenangan bagi Ternate. Ternate sukses menahan ambisi Portugis sekaligus memenangkan banyak wilayah baru.