Jawabanmu

Jawaban paling cerdas!
2014-01-18T17:07:59+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
 Kronologi - Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 6 Agustus 1945

Sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima di Jepang, oleh Amerika Serikat.

7 Agustus 1945

BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

9 Agustus 1945

Bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki dan akhirnya menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

10 Agustus 1945

Sementara itu, di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah. Syahrir mengetahui hal itu melalui siaran radio luar negeri, yang ketika itu terlarang. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.

12 Agustus 1945

Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

14 Agustus 1945

Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.

Sementara itu Syahrir menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan mungkin harus siap menghadapi bala tentara Jepang dalam hal mereka akan menggunakan kekerasan. Syahrir telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagi-bagikan.

Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.

15 Agustus 1945

Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda. Sutan Sjahrir, salah satu tokoh pemuda mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

16 Agustus 1945

Gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pengikut Syahrir. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi

27 3 27
SEMOGA MEMBANTU......
Makasih banyak kak XD akhirnya ketemu juga, makasih banget yah kak atas bantuannya :D
y... sama-sama
2014-01-18T17:14:50+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Kronologis Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
1.Peristiwa Jepang menyerah kepada  Sekutu.
Pada  tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu tanpa syarat.Upacara penyerahan secara resmi dilaksanakan pada 2 September 1945 di kapal Missouri milik amerika Serikat yang sedang merapat di Teluk Tokyo. Sekalipun  dirahasiakan ternyata para pejuang kita terutama para pemuda dengan cepat mengetahuinya.Mereka yang mengetahui berita tersebut adalah para pemuda yang berjuang dan bergerak “ dibawah tanah “ (rahasia ), salah satunya adalah Sutan Syahrir.Tokoh lain ialah Chaerul Saleh ,Abubakar Lubis, Johan Nur, Aidit, Wikana.
2.Perbedaan Pandangan Tentang Proklamasi.Akibat menyerahnya  Jepang  kepada Sekutu, di Indonesia terjadi vacuum of power artnya, tidak ada pemerintah yang berkuasa. Kekosongan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bangsa Indonesia  untuk segera memproklamasikan kemerdekaannya. Akan tetapi Bung Karno dan Bung Hatta menolaknya. Bung Karno beralasan akan mengadakan pembicaraan dulu dengan PPKI, karena badan inilah yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Para pemuda mengadakan dua kali pertemuan untuk membahas sikap Bung Karno dan Bung Hatta yang tidak mau segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pertemua pertama berlangsung di lembaga Bakteriologi di jalan Pegangsaan  Timur. Pertemuan kedua dilangsungkan di asrama Baperpi di jalan Cikini 71 Jakarta. Dari berbagai rapat itu, mereka memutuskan akan mengasingkan soekarno –Hatta ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh Jepang. Pertemuan itu dipimpin Chaerul Saleh. Rapat memutuskan bahwa mereka akan mengajukan tuntutan yang radikal dan menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah hak dan persoalan rakyat  Indonesia sendiri. Segala ikatan dan hubungan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan.
3. Peristiwa Rengasdengklok.
Puncak pertentangan antara golongan muda dan golonga tua adalah peristiwaterjadinya Rengasdengklok. Pada hari Kamis tanggal 16 Agustus 1945, sekitar pukul 04.00 rombongan para pemuda membawa Ir. Soekarno dan Drs .Moh. Hatta menuju Rengasdengklok. Turut serta dalam rombongan adalah Ibu Fatmawati isteri Bung Karno dan putranya Guntur Soekarno Putra. Rombongan diterima oleh Shudanco Singgih. Mereka ditempatkan dirumah milik seorang Cina benama bernama Djiaw Kie Sung di Desa Rengasdengklok, tidak jauh dari Sungai Citarum.
Mengetahui hal tersebut Ahmad Subarjo mendesak para pemuda agar mengembalikan Soekarno-Hatta ke Jakarta.Ahmad Subarjo memberikan jaminan, bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia  akan dilaksanakan pada tanggal tanggal 17 Agustus 1945, kalau bung Karno dan Bung Hatta dapat kembali saat itu juga.Ahmad Subarjo menyatakan jika sampai pukul 12.00 tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi belum terjadi, nyawanya akan menjadi jaminan.Dengan jaminan itu akhirnya Ir. Soekarno dan Bung Hatta beserta rombongan kembali ke Jakarta.
15 4 15
makasih kak atas bantuannya.