Jawabanmu

2014-04-02T16:59:08+07:00
1.Saat saklar di ON kan, maka tegangan AC masuk kerangkaian melalui AC Cord / Steker menuju trafo line filter melalui sekering dan RC filter HF.

2.
Teg AC 220 Hz diubah oleh 4 buah dioda penyearah atau satu buah dioda Q-Prox menjadi tegangan DC sebesar 2/3 x Vp.

3.
 Pada saat rangkaian dihidupkan elko masih kosong muatan listrik sedangkan elco harus minta isi muatan secepatnya penuh. Pada kondisi ini arus yang masuk menjadi besar nyaris sebesar out put max. Hal ini dapat membuat NCB trip.

4. Tegangan DC 311 akan dialirkan menuju kolektor TR switching membentuk Vc = Voltage colektor sebesar 311 ± 10 %, tegangan tersebut mengalir melalui komp primer trafo switching (kaki X dan Y) pada saat ini belum terjadi induksi.

5. Tegangan DC lain mengalir mel R tetap. Bernilai besar misalnya 47 KW, 56 KW, 68 KW - 470 K, untuk mesuplai IC Osilator Switching pada kaki B+ nya /VCC IC.

6. Dengan diberikannya tegangan B+ pada kaki IC & ground terhubung dengan Groun Primer, (pin 5) maka IC OSC bekerja bersama komponen OSC Switching terkait. Seperti Resistor Osilator, kapasitor osilator. Frekuensi yang dikeluarkannya berkisar 19 KHz–38 KHz (Khusus Monocrome). Out put ini berupa frekuensi logic Hight (H) kemudian Low (L) jumlah 19 ribu x perdetik. Setiap pulsa Hight akan diberikan ke Basis TR Switching (pin 6) / Out IC Switcing.