Seberapa pentingkah gadget dalam kehidupanmu?









Apa kamu masih bisa hidup normal meskipun tanpa gadget?


Sedikit pengetahuan dari saya ^_^
Memprihatinkan sekali :3

Gadget pembawa Apatis dan anti sosial

Nomophobia
(no mobile phone phobia) adalah istilah baru, yang berarti ketakutan
akan dipisahkannya pengguna dengan gadget kesayangannya. Istilah ini
diperkenalkan oleh peneliti dari Inggris.



Adapun, di luar negeri sudah banyak penelitian mengenai nomophobia. Yang
paling banyak dikutip adalah penelitian oleh securenvoy, sebuah
perusahaan IT di Inggris. Menurut penelitian mereka, dari 1.000
responden yang menjawab polling mereka, sekitar 66 persen memiliki rasa
takut kehilangan atau terpisah dari ponsel mereka.



Sementara lebih dari 41 persen memiliki lebih dari satu smartphone. Hal
ini memprihatinkan, karena beberapa tahun yang lalu, survey serupa
menyatakan bahwa hanya 53 persen responden yang takut kehilangan gadget
mereka, sekarang angka itu naik ke 66 persen.



Survei yang tak kalah menarik dilakukan oleh Chicago Tribune, di Amerika
Serikat, dimana lebih dari 40 persen responden menyatakan ‘lebih baik
tidak gosok gigi selama seminggu daripada pergi tanpa smartphone’.



Ada juga survei yang dilakukan oleh 11Mark, yang menyatakan bahwa 75
persen responden menggunakan smartphone di kamar mandi. Namun, tidak
hanya Amerika Serikat dan Inggris saja yang terkena gangguan mental ini,
namun juga Australia.



Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Cisco di Australia, 9 dari 10
orang berusia dibawah 30 tahun mengakui mengalami nomophobia. Survei
tersebut dilakukan terhadap 3800 pemakai smartphone.



Bagaimana dengan di Indonesia? Memang sampai sekarang belum ada data
yang pasti. Namun, di Asia sendiri, nomophobia telah menjadi ancaman
nyata. Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan di India, 45% dari
responden mengalami nomophobia.



Namun menurut Dr Sanjay Dixit, seorang psikiater yang juga penelilti
riset tersebut, nomophobia belum dimasukkan dalam kategori ‘phobia’
secara resmi oleh buku teks Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorder (DSM) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.



Meski demikian, menurut Dr Dixit, semakin banyaknya pengguna gadget yang nomophonia dapat saja mencapai skala epidemik.



Quote:Efek Nomophobia



Nah, apa saja efek dari nomophobia? Menurut riset-riset tersebut, efek
yang terjadi boleh dibilang tidak jauh berbeda dengan social disorder
lain yang pernah didokumentasikan. Di antaranya:



1. Komunikasi antar manusia secara tatap muka jadi makin jarang

2. Generasi muda kini lebih suka berkomunikasi via gadget (email, chatting, Twitter, Facebook), daripada tatap muka langsung.

3. Orang jadi jarang mengamati lingkungan sekitar, karena lebih
tenggelam dengan gadgetnya. Akibatnya, rasa peduli pada sekitar
berkurang, justru lebih mempedulikan isu-isu di socmed dari gadgetnya.

4. Manusia dapat saja teralineasi oleh mesin. Masih ingat film wall-e
dimana robot melayani manusia yang menjadi pemalas? Pada saat itu,
manusia akan menjadi apatis dan anti sosial.



Gadget, sebagai ‘fetish’ baru, telah menjadi semacam ‘dewa’ baru yang
dipuja-puji. Hal ini menarik, karena di masa lalu, ketergantungan
terhadap teknologi yang begitu masif seperti sekarang ini sama sekali
tidak pernah terjadi.



Sampai 30-20 tahun yang lalu, teknologi tinggi hanya dapat diakses oleh
segelintir orang. Namun, sekarang ini, hampir semua orang dapat
menggunakan media sosial dari gadget mereka. Mengapa? Sebab dengan
smartphone seharga tidak sampai sejuta rupiah, maka fitur media sosial
dan chatting sudah dapat digunakan.




2

Jawabanmu

2014-04-01T08:44:59+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Dengan adanya gadget org bisa mengakses ke internet sehingga mungkin bisa mendapatkan lebih banyak informasi juga :)
Apa kamu salah satu orang yang bergantung terhadap gadged ?
tidak juga, kalau informasi bisa didapatkan di media lain selain gadget, saya tdk mengandalkan gadget.
Jawaban paling cerdas!
2014-04-01T08:58:03+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Penting tidaknya gadget tergantung situasi dan kondisi seseorang. bagi anak kosan misalnya, gadget tidak hanya penting sebagai sarana hubungan komunikasi dengan keluarga dan teman, tapi juga penting untuk update informasi dan juga sebagai sarana hiburan. faktor umur dan status pendidikan juga mempengaruhi ketergantungan seseorang pada gadget. intensitas penggunaan gadget anak SD pasti lebih rendah dibandingkan dengan yang sudah menginjak status pendidikan di atasnya (SMP, SMA, Perguruan tinggi)
Kata siapa anak SD lebih rendah pemakaian dibanding atasnya
Sekarang banyak anak SD yang nongkrong dr Pagi sampe dimarahin mama cuma bwt ngegame, Ada yng sampe bolos sekolah dll
Komentar sudah dihapus