Jawabanmu

2014-01-15T21:26:55+07:00
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Inilah kalimat bijak yang sering kita dengar apabila membahas sejarah. Tak hanya itu, Bung Karno juga punya slogan “Jas Merah”, jangan sekali sekali melupakan sejarah. Apakah peringatan-peringatan ini tertanam pada setiap anak bangsa di Indonesia? Apakah kita masih ingat bagaimana perjuangan sejarah bangsa kita? Saya sebagai anak bangsa coba me”refresh” ulang ingatan mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia.Perjuangan Indonesia lahir atas nama penindasan yang dilakukan bangsa asing terhadap Indonesia. Dari Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang. Perjuangan telah dimulai ketika bangsa ini belum terbentuk. Diantaranya perjuangan dari kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia dulunya. Salah satunya kerajaan Demak yang melawan Portugis, Fatahillah sebagai salah satu tokohnya. Ketika kerajaan telah melemah, maka muncullah perlawanan-perlawanan daerah.Pahlawan-pahlawan daerah tersebar dari ujung barat sampai timur Indonesia. Mulai dari aceh Cut Nyak Dien, Sisinga Maharaja, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponogoro, Sultan Hasanuddin, sampai Pattimura. Perjuangan ini mengorbankan jutaan nyawa dan harta untuk mengusir para penjajah. Meskipun tak berhasil sepenuhnya, perjuangan ini telah membuat Belanda kerepotan dalam segi militer dan pendanaan.Setelah era perjuangan fisik, Indonesia memasuki era perjuangan pergerakan atau perjuangan politik. Cara ini tak lagi mengandalkan perang sebagai sarana tempur tapi lebih kepada pemikiran. Ini dimulai dengan lahirnya organisasi “Boedi Oetomo” oleh para cendikiawan dari “Stovia”, sekolah kedokteran di Batavia. Melalui organisasi inilah dibuat semacam propaganda dan pengaruh untuk meruntuhkan Belanda.Setelahnya lahir berbagai organisasi kemasyarakatan, diantaranya Serikat Dagang Islam yang kemudian menjadi Serikat Islam. Peran organisasi ini sebenarnya sangat vital karena dalam waktu singkat telah memiliki banyak cabang di berbagai daerah. Dengan basis pedagang yang ada di seluruh Indonesia, organisasi ini cepat menjalar. Perdagangan menjadi salah satu wadah bagi mereka untuk berkumpul dan menjaring ide dalam pemerdekaan Indonesia. Para penjajahpun seperti keco;ongan oleh para pedagang ini, dan dengan taktik keji Belanda terus mencoba memutus mata rantai ini.