Jawabanmu

2017-02-21T07:21:44+07:00
Dalam bahasa Sunda dikenal adanya tingkatan penggunaan bahasa. Tingkatan penggunaan bahasa tersebut dulu dikenal dengan istilah "udak usuk basa Sunda". Tetapi sekarang istilah "udak usuk basa Sunda" tersebut telah diganti menjadi "Tata Krama Basa Sunda". Alasan penggantian istilah tersebut adalah karena "uduk usuk basa Sunda" dianggap memiliki kesan yang "feodal".

Pada awalnya, dalam "udak usuk basa" terdapat delapan tingkatan basa Sunda, yaitu 6 tingkatan bahasa Sunda halus dan 2 tingkatan bahasa "loma" (biasa dan kasar). Tetapi sekarang secara resmi dalam "Tata Krama Basa Sunda" hanya dikenal dua tingkatan bahasa saja, yaitu dikenal dengan sebutan Ragam Basa Hormat (bahasa Sunda halus) dan Ragam Basa Loma (bahasa Sunda biasa/akrab/kasar).

Dalam ragam basa hormat, terdapat dua jenis penggunaan bahasa, yaitu bahasa halus untuk diri sendiri dan bahasa halus/hormat untuk orang lain yang lebih tua atau untuk orang yang dihormati. Sedangkan dalam ragam basa loma tidak dikenal adanya perbedaan bahasa untuk diri sendiri dengan untuk orang lain.

Di bawah ini adalah contoh kalimat bahasa Sunda dengan artinya :

1. Pun lanceuk nuju angkat ka Bandung artinya Kakak saya sedang pergi ke Bandung.
2. Simkuring nuju mios ka Bandung artinya Saya sedang pergi ke Bandung.
3. Amir keur dahar di imahna artinya Amir sedang makan di rumahnya.
4. Kuring keur dahar di imah kuring artinya Saya sedang makan di rumah saya.
5. Pa Guru nuju tuang di kantin sakola artinya Pak Guru sedang makan di kantin sekolah.
1 5 1