Jawabanmu

2014-03-26T12:54:12+07:00
1). Sunan gresik (maulanan Malik Ibrahim. inilah wali pertama datang ke jawa pda abad ke 13 dan menyiarkan islam di sekitar gresik, dimakamkan di gresik, jawa timur.

2). Sunan amper(raden rahmat) menyiarkan islam di ampel surabaya., jawa timur. Beliau merupakan perancang masjid di demak.

3). Sunan derajad (syarifudin) anak dari sunan ampel. Menyiarkan agama di sekitar surabaya. Seorang suna yg sangat berjiwa sosial.

4). Sunan bonang (makdum ibrahim). Anak dri sunan ampel. Menyiarkan islam di tuban,lasem,dan rembang.

5). Sunan kalijaga (raden mas said/jaka said). Murid sunan bonang menyiarkan islam di jawa tengah.

6. Sunan giri(raden paku) menyiarkan islam di luar jawa. Yaitu madura ,bawean,nusa tenggara,maluku.

7. Suna kudus(jafar sodiq) menyiarkan islam di kudus,jawa tengah.

8. Sunan muria(raden umar said) menyiarkan islam di lereng gunung muria, jawa tengah.

9. Sunan gunung jati(syarif hidayatullah) menyiarkan islam di banten sunda kelapa,dan cirebon. Seorang pemimpin yg berjiwa besar.
2014-03-26T12:59:28+07:00
a. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
Maulana Malik Ibrahim berasal dari Persia (Iran), kemudian berkedudukan di Gresik, Jawa Timur, dan dikenal sebagai Susuhunan atau Sunan Gresik, meninggal pada 1419 M. Ia yang diduga menyebarkan Islam di Jawa ketika Majapahit masih memerintah.Dakwahnya yang simpatik dan arif menyebabkan penduduk lebih cepat menerima Islam.
b. Sunan Ampel atau Raden Rahmat
Sunan Ampel (Ngampel), berkedudukan di Ampel Denta di Giri, dekat Surabaya; dan dikabarkan berasal dari Campa, Vietnam (sama dengan ibunya Raden Patah). Nama aslinya adalah Raden Rahmat, putra Maulana Malik Ibrahim dari Dewi Candrawulan. Raden Rahmat dikenal sebagai perencana pertama kerajaan Islam di Jawa dan penerus cita-cita serta perjuangan ayahnya dan mendirikan pesantren di Ampel Denta di Jawa Timur. Ia berhasil mendidik para pemuda Islam untuk menjadi tenaga dai atau ahli kotbah (mubalig) yang akan disebar ke seluruh Jawa. Di antara pemuda yang dididik adalah Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (Sultan Demak), Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat), serta Maulana Ishak yang pernah diutus mengislamkan rakyat di daerah Blambangan.
c. Sunan Bonang
Nama aslinya Raden Maulana Makhdum Ibrahim. Arti makhdum adalah ulama besar yang harus dihormati. Ia putra Sunan Ampel dari perkawinannya dengan Dewi Candrawati. Dalam menyebarkan agama Islam selalu menyesuaikan diri dengan corak kebudayaan Jawa. Ia menggunakan pertunjukan wayang sebagai media dakwahnya. Lagu gamelan wayang berisikan pesan-pesan ajaran agama Islam. Setiap bait diselingi ucapan syahadatain (ucapan dua kalimat syahadat). Kemudian dikenal dengan istilah sekatenan.
d. Sunan Drajat
Sunan Drajat adalah putra Raden Rahmat, berkedudukan di Drajat, dekat Sedayu. Nama kecilnya Raden Kosim atau Syarifudin. Hal yang paling menonjol dalam dakwah adalah perhatiannya terhadap masalah sosial. Ia mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan berorientasi pada kegotong-royongan. Sunan Drajat wafat pertengahan abad ke-16 dimakamkan di Sedayu, Gresik.
e. Sunan Giri
Sunan Giri, murid Sunan Ampel, berkedudukan di Giri, dekat Gresik. Nama kecilnya Raden Paku disebut juga Prabu Satmata dan sering dijuluki Sultan Abdul Fakih. Salah seorang saudaranya adalh Raden Abdul Kadir (Sunan Gunung Jati). Sunan Giri sangat berpengaruh terhadap jalannya roda-roda Kesultanan Demak Bintoro. Setiap keputusannya selalu disetujui oleh wali-wali lainnya. Sunan Giri wafat tahun 1600, dimakamkan di Bukti Giri, Gresik.
f. Sunan Muria
Nama kecilnya Raden Pratowo sedangkan nama aslinya Raden Umar Said. Ia lebih dikenal dengan nama Sunan Muria karena kegiatan dakwahnya dilakukan di Gunung Muria (18 km sebelah Utara Kota Kudus). Sunan Muria dalam berdakwah memilih daerah pelosok terutama desa terpencil. Sistem dakwah yang disampaikan dengan memberi pendidikan singkat pada kaum pedagang, para nelayan, dan rakyat pedesaan. Cara berdakwah selalu dengan menyisipkan tembang Sinom dan Kinanti yang bernafaskan Islam. Sunan Muria wafat abad ke-16 dimakamkan di Bukit Muria, Jepara.
g. Sunan Kalijaga
Nama aslinya Joko Said, anak Bupati Tuban Raden Tumenggung Wilwatikta. Ibunya bernama Dewi Nawang Rum, berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak; ia menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan budaya dan sangat anti kekerasan; ia adalah menantu Sunan Gunung Jati. Nama kecilnya Raden Mas Syahid (said) dan sering dijuluki Syekh Malaya. Nama Kalijaga berasal dari Qadizaka (Arab), artinya pelaksana yang suci. Berbeda dengan wali yang lainnya, Sunan Kalijaga dalam berdakwah selalu berkeliling dari daerah satu ke daerah lainnya. Isi yang disampaikan sangat intelektual dan nyata.
h. Sunan Kudus
Nama kecilnya Jafar Sadiq dengan panggilan Raden Undung atau Raden Amir Haji karena jasanya memimpin rombongan haji ke Mekah. Ayahnya bernama Raden Usman Haji yang menyiarkan Islam ke daerah Jipang, Panolan, dan Blora. Menurut silsilah, Sunan Kudus masih keturunan Nabi Muhammad Saw.
i. Sunan Gunung Jati
Nama lainnya adalah Syekh Nuruddin Ibrahim atau Syarif Hidayatullah, berasal dari Pasai, Aceh. Setelah dewasa Hidayatullah memilih berdakwah di Pulau Jawa. Setelah pamannya wafat, Hidayatullah melanjutkan perjuangan pamannya menyebarkan Islam di Cirebon dan Cirebon menjadi Kesultanan Islam yang bebas dari Pajajaran.
Di tangan raja-raja Banten kerajaan Hindu Pajajaran dapat dikalahkan dan rakyatnya memeluk Islam. Bahkan, Syarif Hidayatullah menggerakkan penyerangan ke Sunda Kelapa. Penyerangan itu dipimpin Faletehan (Fatahillah), panglima angkatan perang Demak. Fatahillah kemudian menjadi menantu Syarif Hidayatullah.