Jawabanmu

2014-03-25T21:13:09+07:00
Menurut kem dan haine geldem, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunani (Hindia Belakang). Persebarannya ke Indonesia melalui dua periode, yaitu tahun 1500 SM dan tahun 500 SM. Mereka kemudian disebut bangsa Austronesia. Sebenarnya, sebelum bangsa melayu Austronesia datang. Di Indonesia telah berdiam suku Wedoid dan Negrito. Setelah bangsa Austronesia datang, kedua suku tersebut terasing dan menutup diri. Sisa-sisa suku Wedoid yang sekarang masih bertahan hidup adalah suku Sakai di Siak, suku Kubu di Jambi, dan suku Lubu di Palembang. Adapun sisa-sisa suku Negrito dikatakan telah lenyap di Indonesia.
1. Periode persebaran tahun 1500 SM Periode pertama persebaran nenek moyang bangsa Indonesia ini juga disebut persebaran Proto Melayu (Melayu Tua). Persebaran Proto Melayu terjadi melalui dua jalur, yaitu jalur barat/selatan dan jalur timur/utara. a. Persebaran jalur barat/selatan berawal dari yunan melalui Melayu-Sumatera-Jawa-Kalimantan. b. Persebaran jalur timur/utara berawal dari Yunan-Vietnam-Filipina-Sulawesi-Irian.
Persebaran periode Proto Melayu membawa kebudayaan batu muda (Neolithikum) yang berpusat di Bacson-Hoabinh (Indo Cina). Dari indo Cina kebudayaan Neolithikum akhirnya menyebar ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannnya peninggalan kapak lonjong dan kapak persegi di Indonesia. Dengan datangnya kebudayaan Neolithikum ini, maka telah terjadi perubahan mendasar (revolusi) dalam kehidupan praaksara di Indonesia.
2. Periode Persebaran Tahun 500 SM Periode persebaran tahun 500 SM juga disebut persebaran Deutro Melayu (Melayu Muda). Jalur persebarannya adalah melalui daratan Asia-Semenanjung Melayu-Sumatera-Jawa. Periode persebaran Deutro Melayu membawa kebudayaan logam yang berpusat di Dongson.
Diantara suku-suku bangsa yang ada di Indonesia saat ini, suku Toraja dan suku Dayak merupakan keturunan dari periode melayu tua. Aadapun keturunan periode Deutro Melayu, diantaranya suka Jawa dan Bugis.
Pada masa akhir masa praaksara, nenek moyang kita telah memiliki cara hidup sebagai berikut. a. mereka hidup secara menetap (sedenter) dengan pola food producing melalui kegiatan bercocok tanam dan beternak. b. mereka telah melakukan kegiatan pelayaran dan perdagangan. c. mereka telah mampu menyusun organisasi desa tahap awal untuk mengatur kehidupan bersama.
Adapun beberapa keahlian yang telah mereka miliki, yaitu bersawah, berlayar, astronomi, mengaur masyarakat, dan membuat barang dari logam. Mereka juga telah mengenal seni gamelan dan membuat batik.

5 4 5